Penandatanganan Komitmen Kerjasama Oleh Kabid PSMK Pro.Sumut Dr.M.Basir S.Hasibuan M.Pd
POSKOTASUMATERA.COM –BATAM- Komitmen pemerintah dalam mempercepat transformasi pendidikan vokasi kembali ditegaskan melalui kegiatan Penguatan Program Revitalisasi Melalui Sarana Prasarana dan Peralatan Pembelajaran SMK Berbasis Industri yang berlangsung di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada 23–26 Juli 2026. Forum nasional tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, dan dunia usaha serta dunia industri (DUDI) dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, revolusi industri, dan kebutuhan pasar kerja global.
Kehadiran Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Dr. M. Basir S. Hasibuan, M.Pd., mencerminkan keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mendukung agenda revitalisasi SMK secara berkelanjutan. Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, S.STP., M.Si., ., Dr. Basir menyampaikan pesan kepada seluruh kepala SMK dari Sumatera Utara agar mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan. Menurutnya, forum ini merupakan kesempatan strategis untuk memperoleh praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan dalam meningkatkan mutu pembelajaran vokasi di daerah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan sesi panel yang menghadirkan narasumber dari SMKN 1 Batam, SMKN 5 Batam, serta Politeknik Negeri Batam. Pembukaan berlangsung khidmat melalui penampilan tari persembahan dari Sanggar SMKN 2 Batam, diikuti menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars SMK. Selanjutnya, Direktur SMK Dr. Arie Wibowo Khurniawan, S.Si., M.Ak., bersama para pimpinan dinas pendidikan provinsi serta Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D., memberikan arahan mengenai arah kebijakan penguatan pendidikan vokasi berbasis industri.
Ibu Nova Tim PSMK Provinsi Sumatera Utara di Induatry PT.Pertama Pacifik Shifyad bersama peserta Rapat
Dalam pemaparannya, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi menegaskan bahwa revitalisasi SMK tidak semata-mata berfokus pada penyediaan peralatan modern, tetapi juga pada pembangunan ekosistem pembelajaran yang selaras dengan perkembangan teknologi industri. Pendekatan tersebut menempatkan kurikulum, kompetensi guru, budaya kerja, dan kemitraan industri sebagai pilar utama dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis, karakter profesional, kemampuan berpikir kritis, serta daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Hari kedua diisi dengan kunjungan industri pada tujuh sektor prioritas, meliputi otomotif, teknologi informasi, software dan jaringan, bisnis dan akuntansi, hospitality, kuliner dan pariwisata, elektronika dan kelistrikan, manufaktur, permesinan, pengelasan, hingga agribisnis. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengalaman empiris mengenai sistem produksi, budaya kerja profesional, penerapan teknologi modern, serta standar kompetensi yang menjadi kebutuhan nyata dunia industri. Pengalaman lapangan ini diharapkan menjadi dasar dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan bagi peserta didik SMK.
Memasuki hari ketiga, peserta mendapatkan materi mengenai penyelarasan kurikulum sebagai dasar perencanaan pengadaan peralatan pembelajaran yang disampaikan oleh Habib, dilanjutkan teknis penyusunan rencana pengadaan oleh Sandy Hutama Andalusia serta pendampingan penyusunan laporan revitalisasi oleh Niken. Pendekatan ilmiah tersebut menegaskan bahwa investasi pemerintah pada sarana dan prasarana harus didasarkan pada analisis kebutuhan kompetensi dan perkembangan teknologi agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
Momentum penting dalam kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan komitmen kerja sama antara pemerintah dan berbagai mitra industri, di antaranya PT Labtech Penta International, PT Sanindo Multi Tekno, PT MES Teknologi Indonesia, Toyota Batam Center, dan PT DJITOE MESINDO. Dr. M. Basir S. Hasibuan, M.Pd., turut menandatangani komitmen tersebut bersama para pejabat pendidikan dari berbagai provinsi sebagai simbol penguatan kemitraan pendidikan vokasi dengan dunia industri. Pada penutupan kegiatan, peserta merumuskan rekomendasi implementasi revitalisasi di sekolah masing-masing sekaligus memperoleh wawasan dari para tokoh industri mengenai kompetensi masa depan.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, sekolah, dan dunia usaha, program revitalisasi SMK diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mencetak lulusan yang unggul, inovatif, adaptif, dan siap mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.(PS/BERMAWI)
Peserta dari SMK dari Provinsi Sunatera Utara didampingi Tim PSMK Provsu

.jpg)
.jpg)