Insiden yang terjadi di area pengisian BBM bersubsidi itu sempat mengundang kepanikan. Kobaran api muncul ketika kendaraan berada di jalur dispenser. Beruntung, petugas SPBU bergerak cepat menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sehingga api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke fasilitas lainnya yang berpotensi menimbulkan kebakaran lebih besar.
Dalam proses pemadaman, seorang petugas SPBU bernama Khoirul mengalami luka bakar saat berupaya menjinakkan api. Rekannya, Taufik, turut membantu mengendalikan situasi hingga kondisi berhasil diamankan.
Tak lama berselang, personel Polsek Panyabungan tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mengamankan rekaman CCTV di area SPBU sebagai bagian dari penyelidikan.
Namun, temuan di dalam kendaraan justru memunculkan pertanyaan serius. Berdasarkan pantauan di lokasi, ditemukan sedikitnya 15 jeriken, dengan enam jeriken masih berisi BBM jenis Pertalite bersubsidi. Selain itu, turut ditemukan satu unit mesin penyedot lengkap dengan selang yang diduga digunakan untuk memindahkan BBM dari tangki kendaraan ke dalam jeriken.
Temuan belasan jeriken dan mesin penyedot tersebut memunculkan dugaan adanya aktivitas pemindahan atau pengangkutan BBM bersubsidi yang perlu diusut secara menyeluruh oleh aparat penegak hukum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, pemilik kendaraan yang dikenal dengan panggilan "Bocil" diduga melarikan diri sesaat setelah kebakaran terjadi. Saat petugas kepolisian tiba untuk melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti, yang bersangkutan sudah tidak berada di lokasi sehingga belum dapat dimintai keterangan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi sorotan terhadap pengawasan distribusi BBM bersubsidi di Kabupaten Mandailing Natal. Aparat penegak hukum diharapkan tidak hanya mengungkap penyebab kebakaran, tetapi juga mendalami fungsi belasan jeriken dan mesin penyedot yang ditemukan di dalam kendaraan serta menelusuri apakah terdapat dugaan pelanggaran hukum terkait distribusi BBM bersubsidi.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian, pengelola SPBU, maupun pemilik kendaraan terkait penyebab insiden maupun temuan barang-barang di dalam kendaraan. (PS/210)
