Materi budaya 5S disampaikan oleh Irma Asyura Parinduri, S.Sos
POSKOTASUMATERA.COM | PANYABUNGAN – Suasana hangat penuh senyum menyambut hari-hari pertama peserta didik baru di SMAN 2 Plus Panyabungan. Di balik semarak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekolah ini menghadirkan pembelajaran yang jauh melampaui pengenalan fasilitas dan tata tertib. Sejak langkah pertama memasuki gerbang sekolah, para siswa diajak memahami bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh karakter yang kuat melalui penerapan budaya 5S: Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun.
Materi budaya 5S disampaikan oleh Irma Asyura Parinduri, S.Sos., yang mengajak peserta didik memaknai setiap tindakan sederhana sebagai bagian dari pembentukan kepribadian. Dengan pendekatan komunikatif dan penuh kehangatan, ia menjelaskan bahwa senyum mampu mencairkan suasana, salam mempererat persaudaraan, sapaan menunjukkan kepedulian, sementara sikap sopan dan santun menjadi cerminan akhlak serta penghormatan kepada sesama. Kebiasaan kecil tersebut diyakini akan membentuk lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan saling menghargai.
Secara ilmiah, pembiasaan budaya positif seperti 5S memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan sosial dan emosional peserta didik. Berbagai penelitian pendidikan menunjukkan bahwa komunikasi yang santun, hubungan yang harmonis antara guru dan siswa, serta lingkungan sekolah yang penuh penghargaan mampu meningkatkan motivasi belajar, rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, hingga kesehatan mental peserta didik. Pendidikan karakter yang dimulai sejak awal masa sekolah menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang tangguh dan berintegritas.
Kepala SMAN 2 Plus Panyabungan, Hendri, M.Pd., menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab membentuk pribadi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga berakhlak mulia. Menurutnya, budaya 5S merupakan identitas yang terus dijaga dan dibiasakan oleh seluruh warga sekolah agar tumbuh menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan sejati, katanya, adalah ketika ilmu pengetahuan berjalan seiring dengan pembentukan etika, disiplin, dan kepedulian sosial.
Harapan tersebut tidak berhenti di lingkungan sekolah. Hendri menginginkan seluruh peserta didik membawa nilai-nilai 5S ke tengah keluarga dan masyarakat. Sikap ramah, santun, serta kemampuan menghargai orang lain dinilai menjadi bekal penting menghadapi dinamika kehidupan modern yang semakin kompleks. Generasi yang memiliki kecerdasan emosional dan integritas akan lebih siap menjadi pemimpin masa depan sekaligus agen perubahan yang mampu membangun hubungan sosial yang sehat.
Yang paling membekas dalam kegiatan itu adalah antusiasme para peserta didik baru. Mereka tidak sekadar mendengarkan materi, tetapi juga aktif berdialog, berbagi pengalaman, dan mempraktikkan langsung budaya 5S dalam interaksi bersama guru maupun teman-teman. Suasana MPLS pun terasa lebih hidup, hangat, dan penuh kekeluargaan, menggambarkan bahwa pendidikan karakter dapat ditanamkan melalui pendekatan yang sederhana namun menyentuh hati.
Melalui penguatan budaya 5S dalam rangkaian MPLS, SMAN 2 Plus Panyabungan kembali menunjukkan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang membangun manusia seutuhnya. Di sekolah ini, senyum bukan hanya ekspresi, salam bukan sekadar sapaan, dan sopan santun bukan hanya aturan, melainkan nilai kehidupan yang dipupuk setiap hari. Dari kebiasaan-kebiasaan sederhana itulah diharapkan lahir generasi yang cerdas, berbudaya, berintegritas, serta mampu menjadi teladan bagi masyarakat dan bangsa.(PS/BERMAWI)

.jpg)
