Proyek Pengaspalan Di Jalan M. Yamin Tebing Tinggi Meresahkan Pengguna Jalan Dan Warga Setempat, Abu Yang Berterbanggan Mengganggu Pemandangan Dan Pedagang Makanan
Tebingtinggi.POSKOTASUMATRA.COM
Proyek Tambal Sulam Di jalan Lintas Sumatra Seakan menjadi Objek tahunan bagi PUPR Provinsi Sumatera Utara', buruk nya kualitas Pengerjaan seperti yang terjadi saat ini khususnya di Jalan M.Yamin, Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, kecamatan Rambutan, Tebing Tinggi. Patut di duga Menjadi bahan bajakan pihak pihak Terkait. Pasalnya hampir setiap tahun nya selalu saja hal yang sama seperti tahun sebelumnya. Di jalan dan lokasi ruas Jalan yang sama.
Buruknya kualitas pengerjaan tambal Sulam /Pemadatan dengan sertu sebelum di aspal terlihat asal jadi, dan menjadi sorotan publik, khususnya warga kota Tebingtinggi,dalam penambalan tersebut debu berterbanggan kemana mana.dan sangat mengganggu masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melintas.
Ini semua karena kurangnya pemadatan namun sudah di lalui kenderaan.semua ini tak terlepas dari pantauan awak media ini 7/7/26.
Putra salah seorang warga M. Yamin (kampung Keling) mengatakan kepada awak media,warga disini sangat kecewa atas kinerja Dinas PUPR Sumut maupun PUPR Nasional, yang mana dalam pengerjaan tersebut tampa memikirkan dampak kepada masyarakat sekitar, sudah hampir sepekan abu ini membuat sesak nafas warga di sekitar, ucapnya.
Putra menambahkan ", padahal daerah ini kawasan ramai orang berlalu-lalang melintas ,penguna sepeda motor jelas terganggu , dan sangat menganggu pemandangan ,bisa bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, antara pengendara satu sama lainnya hampir tak terlihat akibat debu yang tebal berterbangan, apalagi sepanjang jalan banyak pedagang penjual makanan, sudah jelas sangat merugikan para pedagang.
Di tempat terpisah Amarulah selaku Sekjen DPD Lira Tebing tinggi saat di minta tanggapan nya mengatakan ", Bagaimana aspal tidak cepat rusak meski baru di perbaiki, semua ini tak terlepas dari kesalahan persiapan lapisan dasar, penghamparan dan pemadatan. Tanah dasar yang tidak setabil, suhu aspal tidak optimal, serta pemadatan yang tidak sesuai menjadi faktor utama cepat nya kerusakan. Belum lagi di tambah beban kenderaan yang berlebihan saat melintas. Dan di tambah cuaca ekstrem, karena saya lihat khusus nya di depan Pom bensin badan jalan sering terpendam banjir pada saat hujan deras. Ungkap Amarulah.
Hingga berita ini di turunkan belum ada pihak kontraktor yang dapat di konfirmasi.
(WS)
