POSKOTASUMATERA.COM – MANDAILING NATAL – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan utusan Cabdisdik Wilayah XI Riski Fatimah, siswi kelas XI ATU ( Agribisnis Ternak dan Unggas ) SMK Negeri 1 Lembah Sorik Marapi (LSM), berhasil lolos pada Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten (OSN-K) Tahun 2026 bidang Biologi. Keberhasilan tersebut membuka peluang bagi dirinya untuk menjadi wakil daerah pada Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P).
OSN merupakan ajang bergengsi yang dirancang untuk mengukur kemampuan akademik peserta didik dalam berpikir ilmiah, kritis, analitis, dan inovatif. Pada bidang Biologi, peserta dituntut memahami berbagai konsep ilmu kehidupan, mulai dari struktur dan fungsi makhluk hidup, genetika, ekologi, hingga perkembangan bioteknologi yang menjadi bagian penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan modern.
Keberhasilan Riski Fatimah menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi juga mampu melahirkan peserta didik yang unggul dalam bidang sains. Prestasi ini tidak hanya mencerminkan kemampuan akademik yang baik, tetapi juga menunjukkan hasil dari proses belajar yang disiplin, bimbingan guru yang berkualitas, serta semangat belajar yang tinggi.
Kepala SMK Negeri 1 Lembah Sorik Marapi, Siti Aminah, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian yang diraih siswinya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras siswa, dedikasi para guru pembimbing, serta dukungan seluruh keluarga besar sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berorientasi pada prestasi.
Ia berharap Riski Fatimah dapat mempersiapkan diri dengan lebih matang untuk menghadapi OSN tingkat Provinsi. Persiapan yang baik, penguasaan materi secara mendalam, serta latihan yang berkelanjutan diyakini akan meningkatkan peluang untuk meraih hasil terbaik sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Mandailing Natal di tingkat yang lebih tinggi.
Prestasi ini juga menjadi motivasi bagi seluruh siswa SMK Negeri 1 Lembah Sorik Marapi untuk terus meningkatkan kemampuan akademik, mengembangkan budaya riset, serta membangun karakter pembelajar sepanjang hayat. Dengan semangat kompetisi yang sehat, sekolah optimistis akan lahir lebih banyak generasi muda berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.(PS/BERMAWI)
