POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA — Perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara terhadap infrastruktur yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat kembali mendapat apresiasi. Kali ini, warga Desa Pulonas, Kecamatan Babussalam, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, atas pembangunan bronjong di ruas Jalan Pulonas–Pulo Latong, tepatnya di sekitar bangunan PWI.
Pembangunan bronjong tersebut menjadi langkah penting dalam mengantisipasi pengikisan tanah dan menjaga kondisi badan jalan yang berada di kawasan aliran sungai. Kehadiran bronjong diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap ruas jalan sekaligus meningkatkan keamanan masyarakat yang melintas.
Salah seorang warga Desa Pulonas, Jusnawati, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi infrastruktur di wilayahnya.
Menurutnya, penanganan di lokasi tersebut sangat dibutuhkan masyarakat karena kondisi sisi jalan sebelumnya dikhawatirkan dapat terus mengalami penggerusan akibat aliran air.
“Kami masyarakat Desa Pulonas mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, khususnya kepada Bapak Bupati H. M. Salim Fakhry, yang telah memperhatikan kondisi ruas Jalan Pulonas–Pulo Latong ini dengan melakukan pembangunan bronjong,” ujar Jusnawati kepada Poskotasumatra.com, Minggu (23/8/2026).
Ia menilai pembangunan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam menjaga akses dan keselamatan pengguna jalan.
“Kami berharap perhatian seperti ini terus berlanjut, terutama untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang memang sangat dibutuhkan masyarakat,” tambahnya.
Masyarakat pun berharap pembangunan bronjong tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang, menjaga badan jalan dari ancaman pengikisan, serta menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur di Kecamatan Babussalam.
Perhatian dan pembangunan yang tepat sasaran, menurut warga, menjadi bukti bahwa kebutuhan masyarakat di tingkat desa tetap mendapat ruang dalam program pembangunan Kabupaten Aceh Tenggara.(PS/ASP)
