Derita Seorang Ibu, Kepedulian Seorang Kapolres: Rumah Janda Eks Kombatan GAM Akan Direhab, Modal Usaha Pun Disiapkan

/ Senin, 03 Agustus 2026 / 20.44.00 WIB

Embun pagi jatuh ke dedaunan,

Burung bernyanyi di tepi rawa.

Harta bisa habis dimakan zaman,

Namun kepedulian akan hidup di hati sesama.


POSKOTASUMATRA.COM | TAPAKTUAN – Di sebuah rumah sederhana yang saban musim hujan selalu dikepung banjir, seorang ibu berjuang menahan air mata demi membesarkan tiga buah hatinya. Hidup tak lagi mudah sejak sang suami, almarhum Dusamat, mantan kombatan GAM, berpulang pada 2023. Kini, hanya doa dan ketegaran yang menjadi sandaran Meilida (42) menjalani hari-hari penuh keterbatasan.

Di balik dinding rumah yang mulai rapuh itu, harapan baru perlahan datang. Senin (3/8/2026), Kapolres Aceh Selatan, AKBP T. Ricki Fadlianshah, melangkahkan kaki menuju kediaman Meilida di Desa Krueng Batu, Kecamatan Kluet Utara. Kedatangannya bukan sekadar membawa bantuan sembako, tetapi juga membawa secercah harapan bagi keluarga yang telah lama bergelut dengan kesulitan.


Air sungai mengalir perlahan,

Singgah sebentar di tepian desa.

Jabatan bukan sekadar kebanggaan,

Namun amanah untuk hadir saat rakyat terluka.


Saat memasuki rumah itu, AKBP T. Ricki melihat langsung kondisi kehidupan Meilida bersama ketiga anaknya, Raja Maisa (18), M. Razianda (5), dan Nur Asma Fitri (3). Rumah yang mereka tempati kerap terendam banjir, sementara si bungsu diketahui mengalami kondisi kurang gizi yang membutuhkan perhatian serius.

Pemandangan itu membuat hati Kapolres berdarah Aceh tersebut tergerak. Ia menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak boleh berhenti pada penegakan hukum semata, tetapi juga harus mampu menjadi penguat bagi masyarakat yang sedang menghadapi ujian hidup.

Sebagai wujud kepedulian, AKBP T. Ricki berjanji akan membantu merehabilitasi rumah Meilida agar lebih layak dihuni dan tidak lagi menjadi langganan banjir. Selain itu, perhatian terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi anak-anak juga akan terus diupayakan agar mereka dapat tumbuh lebih sehat.


Tak berhenti sampai di situ, Kapolres juga menyiapkan langkah agar Meilida memiliki penghasilan tetap melalui bantuan modal usaha mikro.

 "Kita juga berinisiatif membantu modal usaha UMKM kepada Ibu Meilida agar memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan. Semoga bantuan ini menjadi langkah awal untuk membangun usaha mandiri, meningkatkan pendapatan, dan keluar dari tekanan ekonomi yang selama ini dihadapi," ujar AKBP T. Ricki Fadlianshah.


Pohon kelapa melambai tenang,

Ditiup angin di pesisir pantai.

Tangan yang memberi akan dikenang,

Karena harapan tak pernah ternilai.


Bagi Meilida, bantuan tersebut bukan sekadar sembako atau janji merehabilitasi rumah. Lebih dari itu, ada rasa bahwa dirinya dan ketiga anaknya tidak lagi berjalan sendiri menghadapi kerasnya kehidupan.

Kepedulian yang ditunjukkan Kapolres Aceh Selatan menjadi gambaran bahwa kehadiran Polri dapat dirasakan bukan hanya saat menjaga keamanan, tetapi juga ketika merangkul masyarakat yang sedang terpuruk. Di tengah rumah sederhana yang selama ini dihantam banjir, secercah harapan kini mulai tumbuh—bahwa masa depan yang lebih baik masih mungkin diraih dengan uluran tangan dan kepedulian sesama.(PS/ASP) 



Komentar Anda

Terkini: