![]() |
| AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H | Kapolres Lhokseumawe |
POSKOTASUMATERA.COM LHOKSEUMAWE Manusia pada dasarnya memiliki sifat tidak pernah merasa cukup terhadap apa yang telah dimiliki. Bahkan ketika kekayaan yang dimiliki sudah melimpah, rasa ingin memiliki lebih banyak sering kali tetap muncul.
Pesan tersebut menjadi salah satu inti ceramah yang disampaikan Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H. dalam ceramah Syiar Muhibbah Subuh (SMS) di Masjid Babut Taqwa Polres Lhokseumawe, Minggu (16/8/2026) pagi.
Dalam ceramahnya, Ahzan mengingatkan jamaah agar senantiasa mensyukuri setiap nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Menurutnya, manusia sering kali terus mengejar kekayaan dan berbagai keinginan duniawi tanpa menyadari betapa banyak nikmat yang telah dimiliki.
“Walaupun sudah ada dua gunung emas, manusia tidak akan pernah merasa cukup,” ungkap Ahzan dalam tausiyahnya.
Ia menjelaskan, rasa tidak puas terhadap harta dapat membuat seseorang lupa bersyukur. Karena itu, umat Islam hendaknya membiasakan diri mengucapkan Alhamdulillah sebagai bentuk pengakuan bahwa seluruh nikmat yang dimiliki berasal dari Allah SWT.
“Kalau Allah mau mengambil nikmat yang ada pada diri seseorang, sebentar saja bisa. Apakah melalui musibah, sakit, bahkan nyawa sekalipun, semuanya bisa diambil dalam waktu yang singkat,” ujarnya.
Menurutnya, kesehatan, rezeki, keluarga, jabatan, harta, serta kesempatan untuk beribadah merupakan nikmat yang tidak ternilai. Semua itu patut dijaga dengan rasa syukur dan tidak dijadikan alasan untuk menyombongkan diri.
“Jadi, apa yang mau kita sombongkan?” tegasnya.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk tidak hanya mengejar kehidupan dunia, tetapi juga memperbanyak amal kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kekayaan dan jabatan, kata dia, hanyalah titipan yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali oleh pemiliknya.
Karena itu, rasa syukur harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan bersyukur, seseorang akan lebih mampu menerima apa yang dimiliki, terhindar dari keserakahan, serta memiliki hati yang lebih tenang.
“Ucapkan selalu Alhamdulillah sebagai bentuk syukur kita atas nikmat Allah yang sangat banyak telah diberikan kepada kita,” pesan Ahzan.
Melalui kegiatan Syiar Muhibbah Subuh tersebut, Kapolres Lhokseumawe berharap pesan tentang pentingnya syukur dapat menjadi pengingat bagi seluruh jamaah untuk senantiasa menghargai nikmat Allah SWT dan tidak larut dalam mengejar kemewahan dunia
Selain nikmat berupa rezeki, kesehatan dan kehidupan, menurutnya, masyarakat Aceh juga patut mensyukuri nikmat perdamaian Aceh yang telah berlangsung selama 21 tahun.
Perdamaian merupakan anugerah besar yang memungkinkan masyarakat menjalani kehidupan dengan lebih aman, tenteram dan dapat membangun masa depan. Karena itu, perdamaian tidak cukup hanya diperingati, tetapi harus terus dirawat melalui persaudaraan, persatuan, saling menghormati dan menghindari konflik.
“Perdamaian yang kita rasakan hari ini juga merupakan nikmat yang patut kita syukuri. Jangan sampai kita lupa bahwa keamanan dan ketenteraman adalah nikmat yang sangat besar,” pesan Ahzan.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana Aceh tetap damai dan kondusif. Perbedaan, kata dia, hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun Aceh yang lebih baik.
Syukur bukan berarti berhenti berusaha, tetapi menyadari bahwa apa pun yang dimiliki merupakan nikmat dan amanah dari Allah SWT, sebutnya. (PS/DAMRY)
