Kepala BPS Gorontalo Sambangi BPJS Ketenagakerjaan, Perkuat Sinergi Dukung Sensus Ekonomi 2026

/ Sabtu, 29 Agustus 2026 / 06.12.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – GORONTALO — Upaya memperkuat kualitas data sebagai fondasi perencanaan pembangunan terus dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo. Salah satunya melalui penguatan koordinasi lintas lembaga dengan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Gorontalo dalam rangka mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), Jumat (28/8/2026).


Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Agus Sudibyo, M.Stat, menyambangi Kantor BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Gorontalo untuk bersilaturahmi sekaligus membahas berbagai bentuk dukungan kelembagaan terhadap pelaksanaan SE2026. Pertemuan tersebut menjadi ruang strategis untuk membangun kesamaan persepsi mengenai pentingnya data ekonomi dan ketenagakerjaan yang akurat, komprehensif, serta dapat dipertanggungjawabkan secara statistik.


SE2026 merupakan momentum penting dalam memotret struktur dan dinamika perekonomian Indonesia melalui pendataan lengkap terhadap berbagai kegiatan usaha dan ekonomi, dengan pengecualian sektor administrasi pemerintahan. Di tingkat daerah, hasil sensus diharapkan mampu menggambarkan karakteristik aktivitas ekonomi secara lebih utuh, mulai dari usaha berskala besar hingga usaha mikro dan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.


Dalam pertemuan tersebut, Agus Sudibyo bersama jajaran BPJS Ketenagakerjaan membahas pentingnya sinergi antarlembaga dalam mendukung proses pendataan ekonomi. Ketersediaan informasi mengenai aktivitas usaha dan ketenagakerjaan dinilai memiliki keterkaitan erat dalam membangun pemetaan kondisi ekonomi daerah yang lebih komprehensif.


Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Gorontalo, Dr. Ir. Sanco Simanullang, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., menyambut baik kunjungan dan koordinasi yang dilakukan BPS. Menurutnya, kerja sama kedua lembaga memiliki nilai strategis karena dinamika perekonomian daerah tidak dapat dilepaskan dari keberadaan dan kondisi tenaga kerja, baik pekerja formal maupun informal.


“Kami menyambut baik silaturahmi dan koordinasi dengan BPS Provinsi Gorontalo. Data ekonomi dan ketenagakerjaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu, sinergi BPS dan BPJS Ketenagakerjaan sangat penting untuk menghasilkan informasi yang akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan,” ujar Sanco.


Ia menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan memiliki perhatian terhadap keberadaan pekerja di berbagai sektor usaha yang menjadi bagian penting dari ekosistem perekonomian daerah. Kolaborasi dengan BPS diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai karakteristik pelaku usaha, tenaga kerja, serta perkembangan kegiatan ekonomi di Provinsi Gorontalo.


“Melalui kolaborasi ini, kita berharap dapat memberikan kontribusi terhadap tersedianya data yang lebih baik mengenai pelaku usaha, tenaga kerja dan kondisi ekonomi di Gorontalo. Data yang akurat akan membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, termasuk dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” lanjutnya.


Sementara itu, Agus Sudibyo menilai dukungan berbagai pemangku kepentingan menjadi salah satu faktor penting dalam menyukseskan SE2026. Pendataan ekonomi secara menyeluruh membutuhkan keterlibatan banyak pihak mengingat aktivitas ekonomi berlangsung dalam spektrum yang luas, baik pada sektor usaha formal maupun informal.


Sinergi BPS dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan tidak berhenti pada momentum silaturahmi dan koordinasi, tetapi dapat berkembang melalui komunikasi, sosialisasi, serta dukungan kelembagaan dalam pelaksanaan pendataan. Dengan kolaborasi tersebut, pelaksanaan SE2026 di Provinsi Gorontalo diharapkan mampu menghasilkan basis data ekonomi yang semakin berkualitas.


Pada akhirnya, sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan menghimpun angka, tetapi merupakan proses membangun gambaran faktual mengenai denyut perekonomian masyarakat. Data yang akurat, aktivitas ekonomi yang terpetakan, serta pekerja yang semakin terlindungi menjadi fondasi penting untuk menghadirkan kebijakan pembangunan Gorontalo yang lebih tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan. (PS/BERMAWI)


Komentar Anda

Terkini: