Komisi B DPRK Lhokseumawe Sidak Toko Bangunan dan SPBU, Soroti Kelangkaan Semen

/ Kamis, 06 Agustus 2026 / 09.42.00 WIB
Terlihat Ketua Komisi B DPRK Lhokseumawe, Julianti, didampingi anggota Komisi B Masykurdin El Ahmady saat sidak ke Toko Bangunan. FOTO | DAHLAN AMRY


POSKOTASUMATERA.COM | LHOKSEUMAWE – Komisi B DPRK Lhokseumawe melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko bangunan dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Lhokseumawe pada Rabu 5 Agustus 2026 sore kemarin. 


Sidak tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap ketersediaan bahan pokok penunjang pembangunan serta distribusi barang yang menjadi kebutuhan masyarakat serta memutus antrean panjang di SPBU saat masyarakat Lhokseumawe mengisi BBM.


Dalam kunjungan tersebut, anggota Komisi B menerima berbagai keluhan dari para pemilik toko bangunan terkait sulitnya memperoleh pasokan semen dari distributor resmi yang beroperasi melalui Pelabuhan Krueng Geukueh Kabupaten Aceh Utara.


Para pedagang mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah berlangsung selama hampir tiga bulan. Akibat minimnya pasokan, mereka terpaksa mendatangkan semen dari Banda Aceh maupun Medan dengan biaya distribusi yang lebih tinggi.


Kondisi itu berdampak langsung pada kenaikan harga di tingkat eceran. Jika sebelumnya harga semen relatif stabil, kini harga jual mencapai kisaran Rp95.000 hingga Rp100.000 per zak, sehingga membebani masyarakat, terutama yang sedang membangun atau merenovasi rumah.


Komisi B DPRK Lhokseumawe menilai persoalan distribusi semen perlu segera mendapat perhatian dari pihak terkait agar pasokan kembali normal dan harga dapat terkendali. 


Selain berdampak pada masyarakat, kelangkaan semen juga dikhawatirkan menghambat berbagai proyek pembangunan skala kecil maupun usaha para pelaku konstruksi lokal.


Selain memantau toko bangunan, Komisi B juga melakukan pengecekan di sejumlah SPBU guna memastikan distribusi bahan bakar berjalan lancar dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

Dok Istimewa 


Ketua Komisi B DPRK Lhokseumawe, Julianti, didampingi anggota Komisi B Masykurdin El Ahmady dan Haniful Ikbal, menjelaskan bahwa sidak ke sejumlah toko bangunan dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat terkait kelangkaan semen yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.


Menurutnya, meskipun semen sesekali tersedia di pasaran, harganya mengalami kenaikan yang cukup signifikan sehingga memberatkan masyarakat dan pelaku usaha di sektor konstruksi.


"Kami ingin memastikan secara langsung kondisi di lapangan, mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan, serta mencari solusi agar pasokan semen kembali normal dan harganya dapat dijangkau masyarakat," ujar Julianti.


Terkait antrean panjang di sejumlah SPBU, Ketua Komisi B DPRK Lhokseumawe, Julianti, mengatakan bahwa berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, tidak ditemukan adanya pengurangan kuota penyaluran BBM dari Pertamina Patra Niaga kepada SPBU-SPBU di Kota Lhokseumawe.


Meski demikian, antrean panjang masih kerap terjadi, bahkan stok BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Bio Solar sering kali lebih cepat habis dibandingkan biasanya. Menurutnya, kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.


"Naiknya harga BBM nonsubsidi membuat sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan Pertamax beralih ke Pertalite. Begitu juga pengguna Dexlite yang kini lebih memilih Bio Solar. Pergeseran pola konsumsi inilah yang diduga menjadi salah satu penyebab meningkatnya antrean dan cepat habisnya stok BBM bersubsidi di sejumlah SPBU," ujar Julianti.


Komisi B DPRK Lhokseumawe berharap seluruh pemangku kepentingan terus melakukan evaluasi terhadap distribusi dan penyaluran BBM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi serta antrean panjang di SPBU dapat diminimalkan. (PS | DAMRY)


Komentar Anda

Terkini: