Maksiat Dinilai Kian Merajalela di Aceh Tenggara, Ketua Komisi D DPRK: Bencana Adalah Teguran Allah, Saatnya Kita Bertobat

/ Sabtu, 01 Agustus 2026 / 15.22.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM - ACEH TENGGARA - Ketua Komisi D DPRK Aceh Tenggara, Tgk. H. Marwan Husni, S.Pd.I, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan introspeksi diri menyusul berbagai musibah yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, meningkatnya berbagai bentuk kemaksiatan di Aceh Tenggara harus menjadi perhatian serius seluruh pihak agar tidak semakin meluas.

Marwan Husni mengatakan, sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai Syariat Islam, Aceh Tenggara harus mampu menjaga marwah daerah dengan memperkuat pembinaan akhlak, pengawasan, serta penegakan aturan yang berlaku.

 "Kita tidak boleh menutup mata terhadap berbagai persoalan moral yang terjadi di tengah masyarakat. Sebagai umat Islam, kita meyakini bahwa setiap musibah dapat menjadi teguran dari Allah SWT agar manusia kembali kepada jalan yang benar. Karena itu, mari kita jadikan setiap peringatan sebagai momentum untuk bertobat dan memperbaiki diri," ujar Marwan, Sabtu (1/8/2026).

Ia menegaskan, pemberantasan penyakit masyarakat tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, aparat penegak hukum hingga masyarakat.

Selain itu, Marwan meminta Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) bersama instansi terkait, termasuk Dinas Syariat Islam, untuk meningkatkan patroli dan pengawasan secara menyeluruh terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat terjadinya pelanggaran qanun syariat.

 "Saya meminta Satpol PP-WH bersama Dinas Syariat Islam agar lebih intensif melakukan patroli dan pengawasan secara menyeluruh, termasuk di sejumlah kafe maupun tempat berkumpul yang dinilai berpotensi terjadi pelanggaran syariat. Kawasan seperti di Kecamatan Badar dan Kecamatan Ketambe juga perlu mendapat perhatian dalam rangka pencegahan. Patroli ini harus dilakukan secara humanis, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.

Menurut Marwan, langkah preventif melalui patroli rutin dan pembinaan akan lebih efektif dibandingkan menunggu munculnya pelanggaran yang meresahkan masyarakat.

Ia juga mendorong pemerintah daerah memperkuat pendidikan keagamaan dan pembinaan karakter generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya Aceh.

 "Pencegahan jauh lebih baik daripada penindakan. Karena itu, penguatan akhlak generasi muda harus menjadi perhatian bersama. Orang tua, ulama, pemerintah, dan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga moral anak-anak kita," katanya.

Marwan berharap seluruh masyarakat Aceh Tenggara memperbanyak ibadah, meningkatkan kepedulian sosial, serta saling mengingatkan dalam kebaikan agar daerah tersebut senantiasa diberikan keberkahan dan dijauhkan dari berbagai musibah.

 "Mari kita bersama-sama memperbanyak istigfar, memperkuat keimanan, dan kembali kepada ajaran Allah SWT. Semoga Aceh Tenggara selalu berada dalam lindungan Allah, diberikan keberkahan, keselamatan, dan dijauhkan dari segala bentuk bencana," tutup Ketua Komisi D DPRK Aceh Tenggara. (PS/ASP)

Komentar Anda

Terkini: