POSKOTASUMATRA.COM | BANDA ACEH — Masyarakat diimbau tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif yang beredar di sejumlah grup WhatsApp dan media sosial. Pasalnya, sebuah narasi yang mencatut nama perwira menengah (Pamen) Polda Aceh, AKBP Zainuddin, dipastikan merupakan informasi palsu atau hoaks.
Narasi tersebut beredar dalam format tulisan huruf kapital dan menyebut TNI sebagai pihak yang menjadi penyebab kisruh politik di Aceh. Konten itu juga dilengkapi foto serta nomor kontak yang seolah-olah merupakan milik AKBP Zainuddin.
Namun, berdasarkan klarifikasi yang dilakukan, AKBP Zainuddin memastikan dirinya tidak pernah membuat, menyampaikan, maupun menyebarkan narasi tersebut.
“AKBP Zainuddin telah memberikan klarifikasi kepada Paminal bahwa narasi maupun foto yang beredar tersebut tidak benar dan bukan dibuat olehnya,” ujar Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).
Menurut Joko, foto yang digunakan dalam narasi tersebut juga diduga kuat merupakan hasil rekayasa berbasis kecerdasan buatan (AI). Dugaan tersebut terlihat dari sejumlah kejanggalan pada atribut serta seragam yang dikenakan dalam foto.
“Foto yang digunakan merupakan produk AI. Seragamnya pun tidak sesuai dengan aturan Polri. Pada seragam PDH yang digunakan terdapat ketidaksesuaian penempatan tulisan POLRI, yang seharusnya digunakan pada seragam PDL. Selain itu, tanda pangkat yang digunakan juga tidak sesuai,” jelasnya.
Dengan adanya sejumlah ketidaksesuaian tersebut, Joko menegaskan bahwa narasi yang mencatut nama AKBP Zainuddin tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan dan dipastikan sebagai hoaks.
Polda Aceh pun mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati menerima informasi yang beredar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan. Terlebih, informasi yang menyangkut isu politik, keamanan, institusi negara, maupun tokoh tertentu berpotensi menimbulkan keresahan apabila disebarluaskan tanpa melalui proses verifikasi.
“Mari bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Aceh tetap kondusif dengan bijak dalam bermedia sosial,” imbaunya.
Joko juga meminta masyarakat yang menemukan konten mencurigakan, terutama yang mencatut nama atau identitas pihak tertentu, agar terlebih dahulu melakukan pengecekan melalui sumber resmi.
“Apabila menemukan informasi yang diduga mengandung hoaks atau pencatutan nama pihak tertentu, masyarakat diharapkan melakukan konfirmasi kepada sumber resmi serta tidak mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (PS/ASP)
