Syamsul Lubis S.Pd M.Pd Guru Olahraga SMAN 1 Padangsidimpuan
Permainan rakyat dan olahraga tradisional merupakan bagian penting dari kekayaan budaya bangsa Indonesia. Jauh sebelum hadirnya berbagai permainan modern dan olahraga yang berkembang saat ini, masyarakat telah memiliki beragam permainan yang lahir dari kreativitas, kearifan lokal, serta kehidupan sosial di lingkungan masing-masing.
Permainan seperti margala panjang, markalas kalas, engklek, egrang, bakiak, tarik tambang, , terompah panjang, serta berbagai permainan tradisional lainnya bukan hanya sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang. Di dalamnya terdapat nilai-nilai pendidikan, kebersamaan, sportivitas, keberanian, ketangkasan, kerja sama, disiplin, dan rasa saling menghargai.
Namun, perkembangan teknologi dan perubahan pola kehidupan masyarakat menghadirkan tantangan tersendiri bagi keberlangsungan permainan rakyat dan olahraga tradisional. Anak-anak semakin dekat dengan perangkat digital, sementara ruang bermain bersama di lingkungan masyarakat semakin terbatas. Jika tidak dilakukan upaya pelestarian secara serius, bukan tidak mungkin berbagai permainan tradisional yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat akan semakin jarang dikenal oleh generasi muda.
Karena itu, pelestarian permainan rakyat dan olahraga tradisional harus ditempatkan sebagai bagian dari upaya menjaga identitas dan jati diri bangsa. Pelestarian tidak cukup hanya dengan menyimpan permainan tersebut sebagai catatan sejarah, tetapi harus dilakukan dengan cara menghidupkannya kembali dalam kehidupan masyarakat.
Sekolah dapat menjadi salah satu tempat strategis untuk memperkenalkan kembali permainan rakyat kepada generasi muda. Permainan tradisional dapat dikemas dalam kegiatan pendidikan jasmani, kegiatan ekstrakurikuler, perlombaan antarkelas, maupun festival olahraga tradisional. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya mengetahui nama dan sejarah permainan, tetapi juga mengalami langsung kegembiraan serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Di tingkat masyarakat, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, komunitas olahraga, dan berbagai lembaga terkait juga memiliki peran penting. Festival permainan rakyat, kompetisi olahraga tradisional, kegiatan car free day, kegiatan peringatan hari besar nasional, hingga agenda budaya daerah dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan dan mengembangkan permainan tradisional secara berkelanjutan.
Yang tidak kalah penting adalah memberikan ruang kepada generasi muda untuk menjadi pelaku sekaligus penggerak pelestarian. Anak-anak dan remaja harus diberikan kesempatan untuk mengenal, memainkan, memodifikasi, dan memperkenalkan kembali permainan tradisional dengan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman, tanpa menghilangkan nilai dan karakter aslinya.
Pelestarian juga harus diarahkan pada pengembangan olahraga tradisional agar memiliki daya tarik yang lebih luas. Permainan rakyat dapat dikemas secara kreatif menjadi kegiatan yang menarik, kompetitif, edukatif, dan tetap menjunjung tinggi nilai budaya. Dengan pengelolaan yang baik, olahraga tradisional tidak hanya menjadi bagian dari nostalgia masa lalu, tetapi dapat menjadi bagian dari masa depan generasi muda.
Pada akhirnya, melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisional bukan sekadar mempertahankan sebuah permainan. Kita sedang menjaga ketahanan budaya, merawat cerita, nilai, identitas, dan warisan yang diwariskan oleh generasi terdahulu kepada generasi berikutnya.
Permainan rakyat adalah warisan. Olahraga tradisional adalah identitas. Melestarikannya adalah tanggung jawab kita bersama.
Mari kita hidupkan kembali permainan rakyat di sekolah, di lingkungan masyarakat, dan di tengah generasi muda. Dari permainan sederhana, kita dapat menanamkan nilai-nilai besar: kebersamaan, sportivitas, gotong royong, kreativitas, dan cinta terhadap budaya bangsa.
Lestarikan permainan rakyat.
Kembangkan olahraga tradisional.
Wariskan budaya kepada generasi masa depan.
Lestari budayaku
Bugar bangsaku
