POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL-Desa Padangkahombu, Kecamatan Batang Angkola Jumat (21/8/2026), menjadi ruang refleksi sekaligus apresiasi dalam kegiatan perpisahan mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IPTS dan UIN Syahada Padangsidimpuan. Kegiatan tersebut menandai berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa.
Program KKL pada hakikatnya merupakan bagian penting dari proses pendidikan tinggi yang mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan realitas kehidupan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat memberikan kesempatan untuk menerapkan kompetensi yang diperoleh di bangku kuliah, sekaligus belajar memahami berbagai persoalan sosial, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan secara langsung.
Selama berada di Desa Padangkahombu, para mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi juga membangun komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat. Interaksi tersebut menjadi proses pembelajaran sosial yang dapat membentuk kemampuan mahasiswa dalam bekerja sama, beradaptasi, berkomunikasi, serta menyusun solusi berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat.
Perpisahan ini juga menjadi momentum emosional bagi mahasiswa dan masyarakat yang selama pelaksanaan KKL telah membangun kebersamaan. Kehadiran mahasiswa dengan berbagai kegiatan dan gagasan diharapkan meninggalkan nilai tambah yang dapat dilanjutkan masyarakat setelah program KKL berakhir.
Pj. Kepala Desa Aek Kahombu, Raja M.P. Harahap, SE, turut memberikan perhatian terhadap kegiatan tersebut. Semangat yang dibangun melalui kebersamaan mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bagian dari upaya menciptakan sinergi pembangunan daerah. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan pemerintahan desa dinilai penting dalam mendorong lahirnya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sekaligus kepedulian sosial.
Konsep “Sinergi Tapsel Bangkit” menjadi semangat yang relevan untuk terus dikembangkan melalui kolaborasi berbagai elemen, termasuk perguruan tinggi dan masyarakat. Mahasiswa sebagai generasi intelektual memiliki posisi strategis dalam memberikan kontribusi pemikiran, inovasi, dan edukasi yang dapat mendukung pembangunan masyarakat secara berkelanjutan.
Berakhirnya KKL bukan berarti berakhirnya hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Justru, pengalaman selama berada di Desa Padangkahombu diharapkan menjadi bekal akademik dan sosial bagi para mahasiswa untuk terus berkontribusi di tengah masyarakat. Dari desa, lahir pembelajaran nyata; dari kolaborasi, tumbuh harapan; dan dari pendidikan yang berpijak pada pengabdian, terbuka jalan menuju Tapanuli Selatan yang semakin maju dan bangkit.(PS/BERMAWI)
