POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terus memperkuat transformasi digital hingga ke tingkat desa melalui kegiatan Sosialisasi Sistem Informasi Elektronik Dasawisma (SIEDA) yang dilaksanakan pada Kamis (6/8/2026) di Kantor Desa Bange, Kecamatan Sayurmatinggi. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua TP PKK Desa dan Sekretaris TP PKK Desa se-Kecamatan Sayurmatinggi sebagai upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan data keluarga berbasis teknologi informasi guna mendukung pembangunan desa yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kegiatan dibuka oleh Camat Sayurmatinggi yang diwakili Sekretaris Camat, Ali Rahman, SH., MH., serta dihadiri Penjabat Kepala Desa Sipange Julu, Muhammad Rasid Pulungan, dan Koordinator AKSI (Asosiasi Kepala Desa Indonesia) Kecamatan Sayurmatinggi, Safri Nasution. Hadir sebagai narasumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tapanuli Selatan serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Tapanuli Selatan yang memberikan materi mengenai penguatan pemanfaatan aplikasi SIEDA beserta praktik penggunaannya secara langsung kepada peserta.
Dalam sambutannya, Ali Rahman menegaskan bahwa transformasi digital merupakan bagian penting dari modernisasi penyelenggaraan pemerintahan desa. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menuntut seluruh unsur pemerintahan, termasuk TP PKK dan kader Dasawisma, mampu mengelola data secara cepat, tepat, dan akurat. Ia berharap seluruh peserta mengikuti sosialisasi dengan serius agar implementasi SIEDA di setiap desa dapat berjalan optimal serta menghasilkan data yang berkualitas.
Narasumber dari Dinas PMD Kabupaten Tapanuli Selatan, Mora, menjelaskan bahwa aplikasi SIEDA sebenarnya telah diperkenalkan sejak tahun 2023. Namun, dalam implementasinya masih ditemukan sejumlah kendala teknis sehingga dilakukan penyempurnaan sistem. Pembaruan tersebut bertujuan menghadirkan basis data Dasawisma yang lebih lengkap, mudah diakses, serta memiliki tingkat validitas yang tinggi sehingga mampu menjadi landasan dalam penyusunan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Dari perspektif ilmiah, digitalisasi data melalui SIEDA merupakan implementasi nyata konsep e-government yang menempatkan data sebagai dasar utama dalam proses pengambilan keputusan. Basis data Dasawisma yang diperbarui secara berkala memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran kondisi sosial, ekonomi, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga secara lebih akurat. Data yang valid akan meningkatkan efektivitas perencanaan pembangunan, penyaluran bantuan sosial, pengendalian program, hingga evaluasi kebijakan sehingga pelayanan publik menjadi lebih tepat sasaran.
Sementara itu, narasumber dari Dinas Kominfo Kabupaten Tapanuli Selatan, Angga, memberikan pendampingan teknis mengenai cara mengakses, mengoperasikan, dan menginput data ke dalam aplikasi SIEDA. Peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari proses masuk ke sistem, pengelolaan akun, hingga pengisian data Dasawisma secara benar. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi kader PKK sebagai ujung tombak pengelolaan data keluarga di desa.
Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berharap seluruh desa di Kecamatan Sayurmatinggi mampu mengoptimalkan pemanfaatan SIEDA sebagai instrumen pengelolaan data Dasawisma yang modern, akurat, dan berkelanjutan. Dengan tersedianya data keluarga yang selalu diperbarui dan memiliki tingkat validitas tinggi, pembangunan desa diharapkan semakin terarah, transparan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata dalam mewujudkan Tapanuli Selatan yang semakin maju dan berdaya saing.(PS/BERMAWI)

