POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Di balik setiap bencana, selalu ada kisah tentang ketabahan. Ketika rumah dan kehidupan masyarakat terdampak, harapan untuk bangkit tidak boleh ikut runtuh. Semangat itulah yang kini terus dibangun Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) bersama pemerintah pusat melalui program pembangunan 47 unit Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana.
Program Huntap tersebut menjadi kabar menggembirakan sekaligus bukti bahwa proses pemulihan masyarakat tidak berhenti setelah masa tanggap darurat berakhir. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat dapat kembali menata kehidupan dengan hunian yang layak, aman dan memberikan rasa nyaman.
Rencana pembangunan 47 unit Huntap tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pembangunan Hunian Tetap bagi masyarakat terdampak pascabencana di wilayah Sumatera, Selasa (8/9/2026).Bupati Humbahas Dr. Oloan P. Nababan mengikuti rapat tersebut bersama jajaran perangkat daerah terkait secara daring dari Kantor Bupati Humbahas, Bukit Inspirasi, Doloksanggul.
Rapat dipandu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan diikuti Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti, serta berbagai kementerian, lembaga dan lintas sektor lainnya.
Bupati Oloan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat atas perhatian serta dukungan yang diberikan kepada masyarakat Humbahas.
Bagi pemerintah daerah, perhatian tersebut bukan semata-mata tentang pembangunan rumah, tetapi merupakan bagian dari upaya mengembalikan rasa aman, kenyamanan dan optimisme masyarakat setelah melalui masa sulit akibat bencana.
“Rumah adalah tempat kembali. Karena itu, pembangunan Huntap diharapkan bukan hanya menjadi bangunan fisik, tetapi menjadi tempat masyarakat menumbuhkan kembali harapan, membangun keluarga dan menata masa depan,” demikian semangat yang ditekankan dalam upaya pemulihan masyarakat.
Bupati juga menegaskan pentingnya kesabaran masyarakat dalam mengikuti seluruh proses pembangunan. Setiap tahapan harus dilaksanakan secara terencana agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Asisten I Pemerintahan Setdakab Humbahas, Sabar Purba, menjelaskan dan berharap kepada masyarakat bahwa pemerintah terus mengawal proses pembangunan Huntap tersebut.
Menurut Sabar, masyarakat tidak perlu melihat proses administrasi dan tahapan pembangunan sebagai sesuatu yang memperlambat, melainkan sebagai bagian dari upaya memastikan program berjalan secara tertib, transparan dan tepat sasaran.
Pendataan, verifikasi penerima manfaat, kesiapan lokasi, perencanaan teknis hingga proses lelang merupakan rangkaian yang harus dilalui sebelum pembangunan dilaksanakan.
Pemerintah, lanjutnya, menginginkan agar Huntap yang dibangun nantinya benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat terdampak, bukan sekadar menyelesaikan pembangunan secara fisik.
Sabar juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga semangat kebersamaan dan saling mendukung selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, pemulihan pascabencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan perjuangan bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Untuk Kabupaten Humbahas, pembangunan Huntap akan dilaksanakan di dua lokasi. Sebanyak 30 unit dibangun di Desa Sampetua, Kecamatan Onan Ganjang, sementara 17 unit lainnya dibangun di Desa Pulo Godang, Kecamatan Pakkat.
Dengan demikian, total terdapat 47 unit Huntap yang direncanakan dibangun pada tahun 2026.
Saat ini proses pembangunan telah memasuki tahapan lelang. Pemerintah daerah terus melakukan koordinasi agar seluruh proses dapat berjalan sesuai ketentuan dan pembangunan segera dapat dilaksanakan.
Bagi masyarakat terdampak, hadirnya Huntap tentu membawa makna yang jauh lebih besar daripada sekadar memiliki rumah baru. Di sana ada kesempatan untuk memulai kembali, membangun kembali kehidupan, serta menatap masa depan dengan keyakinan yang lebih kuat.
Bencana mungkin pernah menguji keteguhan masyarakat Humbahas, tetapi kepedulian pemerintah dan semangat masyarakat untuk bangkit menjadi kekuatan untuk melewatinya.
Pemerintah Kabupaten Humbahas berharap pembangunan Huntap ini menjadi simbol kebangkitan—bahwa setelah masa sulit selalu ada jalan untuk kembali berdiri.
Dari sebuah hunian, diharapkan tumbuh keluarga yang kembali kuat. Dari sebuah rumah, lahir kembali rasa aman. Dan dari perhatian pemerintah, tumbuh keyakinan bahwa masyarakat tidak berjalan sendiri dalam menghadapi setiap tantangan.
Karena membangun kembali rumah berarti membangun kembali harapan. Dan membangun kembali harapan berarti membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. (PS/B.N)


