Kopda MI Anggota Yonif 8 Marinir Berandan Malah Gelapkan Mobil Sutriani, Korban Berharap Dankodaeral dan Pomal Tuntaskan

/ Selasa, 08 September 2026 / 17.27.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-MABAR-Ditengah prestasi dan peningkatan kinerja di Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaerah) I yang dipimpin Komandannya Laksamana Muda TNI Deny Septiana SIP MAP di HUT ke 81 TNI AL saat ini, malah Sutriani menelan pil pahit karena menjadi korban penggelapan oleh personil Prajurit TNI AL.

Sutriani warga Jalan Mangaan IX Lingk 18 Kelurahan Mabar Medan Deli mengaku, mobil Toyota Rush miliknya digelapkan Kopda MI bertugas di Yonif 8 Marinir Pangkalan Berandan sejak 22 Juli 2026 lalu dengan modus rental. Kejadian ini dilaporkan Sutriani ke Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Kodaeral I di Medan Belawan.

Penggelapan yang dialami Sutriani berakibat kerugian 200 an juta rupiah dan hilangnya mata pencarian pasangan suami istri Sutriani dan Sudirman ini. Laporan di Polisi Militer Kodaeral I sesuai LP Nomor STPL/04/VIII/2026 Kamis 20 Agustus 2026 diterima Perwira Jaga atasnama Komandan POM Kodaeral I Lettu Laut E Sianipar.

Kepada sejumlah media, Kamis (3/9/2026) suami Sutriani, Sudirman mengaku, awalnya Kopda IM yang bertugas  Yonif 8 Marinir Pangkalan Berandan yang orangtuanya bertetangga dengan korban, pada 22 Juli 2026 menyewa Mobil Minibus Toyota Rush BK 1872 AEF atasnama Sutriani.

Sutriani dan suaminya Sudirman yang memang usaha sehari hari rental mobil percaya ke Kopda IM karena orangtua bertetangga hingga menyerahkan mobil Rush tersebut. "Janji Kopda M***** I**** mau sewa selama 5 hari, lalu di hari ke lima ditambah 2 hari, tapi hingga saat ini tak dikembalikan," kata Sudirman terbata karena stress memikirkan nasib keluarganya tanpa mata pencarian itu.

Sudirman didampingi Sutriani, mengaku sewa Mobil Rushnya perhari di bandrol Rp. 300 ribu yang digunakan sebagai kebutuhan hidup sehari-hari. "Kini tak ada lagi penghasilan kami. Tak tahu kapan mobil nya balik dan pelaku penggelapan ditangkap," ujarnya yang terlihat matanya berkaca menahan kesedihan.

Dia mengaku, Kopda IM dan orangtuanya pernah dibawa ke Pomal Kodaeral I sekitar akhir Agustus 2026 dihadapkan ke pemeriksa dan dirinya mewakili istrinya. "Pomal pernah mempertemukan saya dengan Kopda M***** I**** didampingi Ayahnya. Oknum Marinir berjanji akan segera mengembalikan mobil saya. Tapi semua hanya tipu muslihatnya. Ayah Kopda M***** I**** saat di Pomal ngaku menjamin anaknya, saat ini buang badan," ceritanya.

Belum diperoleh keterangan dari Komandan Kodaeral I, Kadispen dan Komandan Polisi Militer. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan yang diterima awak media ini. Namun sumber media dari Pomal Kodaeral I mengaku, Kopda M***** I**** tak masuk tugas di Yonif 8 Marinir dan hingga kini dalam pengejaran petugas.

Ulah Kopda MI ini jelas mencoreng kinerja baik Dankodaeral I dan jajaran yang selalu turun tangan membantu polisi dalam memberantas kejahatan di Medan Belawan dan sekitarnya. Perbuatan Kopda MI juga kontradiktif dengan semangat dan kinerja baik Kodaeral dalam mendorong peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan dengan berbagai terobosan di Sumatera Utara. 

Kini, tentunya pelapor yang juga korban penggelapan Mobil Rush menunggu langkah cepat Pomal Kodaeral I dalam menuntaskan laporannya dan menunggu kepedulian Dankodaeral I Laksamana Muda TNI Deny Septiana SIP MAP atas nasib Sutriani dan Sudirman sebagai Pasangan Suami Istri malang ini. (PS/RED) 


   



    

Komentar Anda

Terkini: