POSKOTASUMATERA.COM — TAPANULI SELATAN — Ada banyak cara untuk belajar tentang kehidupan. Tidak semuanya harus ditemukan dari buku atau ruang kelas. Terkadang, pelajaran paling bermakna justru lahir dari kisah perjalanan seseorang—tentang jatuh, bangkit, bertahan, mengikhlaskan, dan terus memilih untuk menebarkan kebaikan. Semangat itulah yang ingin dihadirkan Majelis Taklim Pondok Pesantren Mardhatillah Tano Ponggol, Kelurahan Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, melalui kajian inspiratif bersama Dewi Yull.
Kegiatan yang dijadwalkan pada Minggu, 6 November 2026, di lingkungan Pondok Pesantren Mardhatillah tersebut terbuka untuk masyarakat umum dan tidak dipungut biaya. Kehadiran Dewi Yull, yang dikenal sebagai artis sekaligus sosok inspirator kebaikan, diharapkan menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat untuk mendengarkan langsung kisah kehidupan yang sarat dengan pesan keteguhan, keikhlasan, kepedulian, dan kemanusiaan.
Pimpinan Pondok Pesantren Mardhatillah, Ustaz Pilhanuddin Hasibuan, Lc, bersama Ketua Yayasan IKPAH Indonesia, Ustazah Riski Amelia, M.Pd, mengajak masyarakat Tapanuli Selatan dan sekitarnya untuk bersama-sama menghadiri kajian tersebut. Ajakan itu bukan sekadar untuk memenuhi sebuah agenda pengajian, tetapi menjadi undangan untuk berhenti sejenak dari kesibukan dan memberikan ruang bagi hati untuk belajar dari pengalaman hidup orang lain.
Bagi masyarakat, kajian semacam ini dapat menjadi ruang silaturahmi yang memiliki makna lebih luas. Di tengah kehidupan yang semakin dinamis, setiap orang tentu memiliki cerita dan tantangannya sendiri. Ada yang sedang berjuang membangun keluarga, menghadapi persoalan kehidupan, mengejar cita-cita, atau mungkin sedang mencari kembali semangat untuk melangkah. Kisah inspiratif dapat menjadi cermin bahwa setiap perjalanan memiliki ujian, dan setiap ujian selalu menyimpan peluang untuk menjadi pribadi yang lebih kuat.
Kehadiran tokoh inspiratif dari luar lingkungan pesantren juga memberikan warna tersendiri bagi kegiatan majelis taklim. Dakwah tidak hanya berbicara mengenai teori dan norma, tetapi juga dapat disampaikan melalui pengalaman nyata manusia. Dari sana, jamaah dapat belajar bahwa nilai kesabaran, keikhlasan, empati, kasih sayang, serta kepedulian terhadap sesama bukan sekadar kata-kata, melainkan nilai yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Majelis Taklim Pondok Pesantren Mardhatillah berharap momentum tersebut dapat menjadi ruang refleksi bersama. Jamaah diajak bukan hanya datang, duduk, dan mendengarkan, tetapi pulang membawa sesuatu yang lebih berharga: semangat baru, hati yang lebih lapang, serta keinginan untuk melakukan kebaikan. Sebab, sebuah kajian akan menjadi semakin bermakna apabila pesan yang didengar mampu berubah menjadi sikap dan tindakan nyata di tengah keluarga maupun masyarakat.
Karena itu, masyarakat diajak untuk tidak melewatkan kesempatan menghadiri Kajian Inspiratif Dewi Yull di Pondok Pesantren Mardhatillah. Acara yang gratis dan terbuka untuk umum ini diharapkan menjadi pertemuan yang menghadirkan ilmu, inspirasi sekaligus kehangatan silaturahmi. Pimpinan Ponpes Mardhatillah juga mengajak jamaah mempersiapkan infak terbaik sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan dakwah dan pendidikan keumatan. Mari hadir bersama, dengarkan kisahnya, ambil hikmahnya, dan pulang membawa semangat untuk menjadi bagian dari kebaikan. (PS/BERMAWI)
