KECEWA DENGAN KEBIJAKAN PENGELOLA TOR SIMAGO-MAGO! SUMPAH PEMUDA CAMP 2026 PINDAH KE MENARA PANDANG KANTOR BUPATI TAPSEL

/ Sabtu, 31 Oktober 2026 / 13.21.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM – SIPIROK – Semangat membangun persatuan, mempererat persaudaraan, dan memperkuat kolaborasi lintas komunitas dalam momentum Hari Sumpah Pemuda 2026 justru diwarnai kekecewaan yang dialami Komunitas Tunas Coklat selaku penyelenggara Sumpah Pemuda Camp 2026. Persoalan koordinasi dan perubahan biaya penggunaan kawasan wisata Tor Simago-mago, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), membuat panitia akhirnya memutuskan memindahkan lokasi kegiatan ke Menara Pandang Kompleks Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan.


Sumpah Pemuda Camp 2026 yang direncanakan berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 tersebut sejatinya dirancang sebagai ruang perjumpaan generasi muda lintas organisasi, komunitas, dan daerah. Mengusung semangat persaudaraan, kepedulian terhadap lingkungan, promosi potensi wisata, serta pelestarian kearifan lokal, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah membangun karakter pemuda yang kreatif, kolaboratif, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.


Kegiatan tersebut juga direncanakan melibatkan peserta dari berbagai wilayah, antara lain Sumatera Barat, Medan, Riau, Labuhanbatu Raya, Mandailing Natal, Sibolga, dan sejumlah daerah lainnya. Kehadiran peserta lintas daerah diharapkan dapat memperluas jejaring persahabatan sekaligus memperkenalkan kekayaan alam dan potensi pariwisata Tapanuli Selatan kepada generasi muda dari luar daerah.


Menurut keterangan panitia, komunikasi awal dengan Kepala Desa setempat telah dilakukan pada 12 Oktober 2026. Dalam koordinasi tersebut, pihak desa disebut telah menyatakan kesediaannya mendukung kegiatan dengan meminjamkan kursi dan teratak serta menyepakati pemberian potongan biaya retribusi sebesar 50 persen. Kesepakatan awal tersebut menjadi salah satu dasar panitia dalam menyusun perencanaan teknis dan anggaran pelaksanaan kegiatan.


Namun, situasi berubah menjelang pelaksanaan. Pada 30 Oktober 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, panitia mengaku mendapatkan informasi dari pihak pengelola kawasan Tor Simago-mago bahwa biaya penggunaan lokasi ditetapkan sebesar Rp4.000.000. Menurut informasi yang diterima panitia, nominal tersebut berlaku tanpa mempertimbangkan sedikit atau banyaknya jumlah peserta yang hadir.


Perubahan informasi biaya yang disampaikan pada malam menjelang kegiatan itu menimbulkan kekecewaan bagi panitia. Pasalnya, kegiatan kepemudaan tersebut telah dipersiapkan melalui koordinasi dan perencanaan anggaran sebelumnya. Panitia menilai, komunikasi mengenai tarif, mekanisme penggunaan kawasan, serta ketentuan retribusi semestinya disampaikan secara transparan sejak awal agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu agenda kegiatan masyarakat.


Akibat kondisi tersebut, Komunitas Tunas Coklat akhirnya mengambil keputusan untuk memindahkan pelaksanaan Sumpah Pemuda Camp 2026 ke kawasan Menara Pandang Kompleks Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan dengan biaya penggunaan sebesar Rp1.500.000. Keputusan ini diambil agar kegiatan tetap terlaksana dan semangat persatuan pemuda tidak terhenti akibat persoalan teknis pengelolaan lokasi.


Melalui laporan yang ditujukan kepada Bupati Tapanuli Selatan, panitia berharap pemerintah daerah memberikan perhatian dan melakukan evaluasi terhadap tata kelola kawasan wisata Tor Simago-mago. Mereka juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola, penguatan komunikasi pelayanan publik, serta penerapan ketentuan retribusi yang sesuai dengan peraturan daerah (Perda) dan mekanisme resmi yang berlaku. Pengelolaan destinasi wisata milik atau yang berada dalam kewenangan pemerintah, menurut panitia, harus mengedepankan profesionalisme, transparansi, kepastian tarif, dan kepentingan masyarakat.


Panitia menegaskan bahwa penyampaian persoalan ini bukan bertujuan menyudutkan atau menjatuhkan pihak tertentu. Mereka berharap pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali dialami komunitas maupun organisasi lain yang ingin menyelenggarakan kegiatan positif di Tapanuli Selatan. Jangan sampai potensi wisata yang seharusnya menjadi ruang promosi daerah dan penggerak ekonomi masyarakat justru menghadirkan hambatan bagi kreativitas generasi muda. Sumpah Pemuda Camp 2026 harus tetap menjadi simbol bahwa semangat persatuan, kepedulian, dan pengabdian pemuda kepada daerah jauh lebih besar daripada persoalan perbedaan kepentingan.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: