Ribuan Warga Padati Bona Pasogit Hopong! Drs. H. Maas Siagian Mari Kita Bersatu Padu Jaga Persaudaraan Dan Warisan Leluhur Parsadaan Siregar Siagian Boru Dohot Bere dan Peresmian Sopo Godang Jadi Tonggak Baru Kebersamaan Keluarga Besar

/ Sabtu, 26 September 2026 / 15.13.00 WIB

Usaia Meresmikan Sopo Godang Siregar Siagian Kefua Umum Drs.H.Maas Siagian Menyapa  Ribuan Warga Yang Hadir

POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI UTARA – Ribuan warga dari berbagai daerah di Indonesia memadati Dusun Hopong, Desa Dolok Sanggul, Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (26/9/2026). Kehadiran keluarga besar Siregar Siagian, termasuk boru dan bere, menjadi bukti kuatnya ikatan persaudaraan yang terus terpelihara di Bona Pasogit. Momentum bersejarah ini ditandai dengan pengukuhan Pengurus Parsadaan Siregar Siagian Boru Dohot Bere periode 2026–2031 sekaligus peresmian Sopo Godang Siregar Siagian.


Suasana penuh kehangatan, kebanggaan adat, dan sukacita mewarnai kegiatan yang mengusung semboyan “Sai Anggiat Marsahala Simangot ni Oppung Tai Tu Hita Pinopparna”, yang mengandung harapan agar para leluhur senantiasa memberikan karisma, wibawa, dan berkat kepada seluruh keturunannya. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremoni parsadaan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan kekeluargaan, melestarikan adat istiadat Batak, serta memperkuat identitas generasi Siregar Siagian di tengah dinamika perubahan zaman.

Upa upa Parsadaan sekaligus penabalan Upa upa Parsadaan sekaligus penabalan Nama Rangkaian acara diawali dengan prosesi pengukuhan kepengurusan periode 2026–2031. Susunan pengurus dibacakan oleh Abdul Rahman Siagian sebagai penanda dimulainya amanah baru dalam mengelola organisasi dan memperkuat pelayanan kepada seluruh anggota. Prosesi dilanjutkan Upa upa Parsadaan sekaligus penabalan Nama Drs.H.Maas Siagian Gelar Baginda Pangaribuan,pembacaan ikrar oleh Enda Mora Siagian yang diikuti seluruh dewan pengurus. Ikrar tersebut menjadi pernyataan komitmen untuk menjaga persaudaraan, membangun kebersamaan, melestarikan adat dan budaya, serta merawat kehormatan keluarga besar Siregar Siagian.


Puncak kegiatan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua Umum Parsadaan Siregar Siagian, Drs. H. Maas Siagian, sebagai simbol peresmian Sopo Godang dan sebagai og1qsq¹11ung Sibagur Siregar Siagian di Bona Pasogit Hopong. Prosesi tersebut disambut haru dan sukacita oleh ribuan keluarga yang hadir. Penyerahan Ogung Sibagur kepada Maas Siagian, yang kemudian dikembalikan ke Sopo Godang Hopong, turut mewarnai rangkaian acara sebagai simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap tanah leluhur. Kehadiran Sopo Godang diharapkan menjadi pusat kegiatan adat, komunikasi, dan penguatan solidaritas lintas generasi.


Dalam sambutannya, Ketua Umum Drs. H. Maas Siagian menegaskan bahwa pengukuhan pengurus dan peresmian Sopo Godang merupakan dua agenda utama yang memiliki makna penting bagi keberlanjutan organisasi yaitu Pengukuhan dan Peresmian Sopo Godang Hopong. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan Sopo Godang merupakan hasil perjuangan panjang selama kurang lebih 11 tahun dalam merawat hubungan kekeluargaan yang mencakup lima kelompok keturunan atau lima parompuan Siregar Siagian.

“Mari saling dukung dan mendukung,” pesannya, seraya mengajak seluruh keluarga besar untuk terus bersatu, menjaga kekompakan, dan bekerja bersama demi kemajuan parsadaan.


Maas Siagian juga menyampaikan bahwa berdasarkan data sekretariat, dana yang telah dihimpun selama perjalanan organisasi disebut telah mendekati Rp200 juta. Ia berharap kepengurusan Parsadaan Siregar Siagian dapat dibentuk di setiap kecamatan agar koordinasi, komunikasi, dan pelayanan kepada anggota semakin efektif. 


Menurutnya, persatuan kelima parompuan merupakan modal penting dalam memperkuat organisasi, menjaga nilai-nilai adat, serta memastikan warisan leluhur tetap hidup dan diteruskan kepada generasi muda. Semangat tersebut sejalan dengan ikrar keluarga besar yang menekankan marsihaholongan dan marsiurupan, yakni saling mengasihi dan saling membantu dalam suka maupun duka.


Semarak kegiatan semakin terasa melalui penampilan Tor Tor Cilik dan Tor Tor Naposo Nauli Bulung yang memukau para undangan. Tarian tradisional tersebut menjadi simbol regenerasi budaya Batak sekaligus wujud nyata keterlibatan generasi muda dalam menjaga warisan adat. Peresmian Sopo Godang Siregar Siagian di Bona Pasogit Hopong pun diharapkan menjadi tonggak baru bagi seluruh keluarga besar Parsadaan Siregar Siagian Boru Dohot Bere untuk terus mempererat persaudaraan, membangun solidaritas, dan menjaga kehormatan leluhur. Dengan semangat kebersamaan, Sopo Godang diharapkan menjadi rumah persatuan yang menyatukan generasi tua dan muda, sehingga nilai-nilai adat, kasih persaudaraan, dan cita-cita parsadaan tetap lestari dari generasi ke generasi.(PS/BERMAWI)




Komentar Anda

Terkini: