POSKOTASUMATRA.COM|LHOKSEUMAWE—Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Lhokseumawe sukses menggelar Diskusi Publik dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan kolaboratif yang sarat dengan dialektika intelektual ini dilaksanakan di Ruang Ajudikasi Panwaslih Kota Lhokseumawe pada Rabu siang (28/10/2026).
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan formal di dalam Ruang Ajudikasi Panwaslih Kota Lhokseumawe. Sebelum memasuki inti diskusi, acara dibuka dengan penyampaian sepatah kata sambutan hangat dari Anggota Panwaslih Kota Lhokseumawe, Yuli Asbar, S.E., M.Sc. Setelah itu, sambutan dilanjutkan oleh Ketua Cabang PMII Kota Lhokseumawe, Sifaima Hs. Dalam sambutannya, Sifaima menyampaikan apresiasi tinggi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Panwaslih Kota Lhokseumawe atas sambutan hangat serta fasilitas ruang kolaborasi yang diberikan, sekaligus membakar semangat seluruh kader PMII Lhokseumawe yang hadir pada acara diskusi tersebut.
Usai sesi sambutan selesai dilaksanakan, acara langsung memasuki inti agenda formal, yaitu Diskusi Konsolidasi Demokrasi dan Diskusi Kepemudaan. Diskusi kali ini mengusung tema yang sangat strategis dan kontekstual dengan kondisi bangsa saat ini, yakni "Pemuda Di tengah Gelombang Demokrasi Indonesia".
Materi dan pandangan taktis dalam diskusi tersebut disampaikan langsung secara komprehensif oleh jajaran Pimpinan Panwaslih Kota Lhokseumawe. Pemaparan dibuka oleh Ketua Panwaslih Kota Lhokseumawe, Dedi Syahputra, S.H., M.H, bersama dengan Pimpinan Panwaslih lainnya, Ayi Jufridar, S.E., M.S.M, serta dilengkapi ulasan mendalam oleh Yuli Asbar, S.E., M.Sc. Ketiga pemantik tersebut secara bergantian mengupas tuntas mengenai peran krusial pemuda dalam menjaga integritas, menghadapi tantangan global, serta mengawal arah demokrasi bangsa, khususnya di tingkat lokal agar tetap berjalan jujur dan adil.
Setelah pemaparan materi dari ketiga pemateri selesai, suasana forum semakin hidup dan dinamis saat memasuki sesi tanya jawab. Dialektika intelektual khas pergerakan terlihat jelas ketika kader-kader PMII Kota Lhokseumawe secara bergantian melontarkan pertanyaan kritis, gagasan, serta pandangan mereka langsung kepada para pemantik. Diskusi interaktif ini menjadi ruang tukar pikiran yang sehat dan produktif, di mana para pimpinan Panwaslih langsung merespons dan mengapresiasi tingginya nalar kritis yang ditunjukkan oleh mahasiswa.
Menjelang akhir acara, PC PMII Kota Lhokseumawe menaruh harapan besar agar kolaborasi ini terus berlanjut secara struktural demi kemajuan daerah. Momentum bersejarah ini pun ditandai dengan penyampaian dan penandatanganan MoU (Nota Kesepahaman) Kerja Sama Resmi antara Panwaslih Kota Lhokseumawe dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Lhokseumawe.
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi payung hukum dan komitmen jangka panjang bagi kedua belah pihak untuk terus bersinergi dalam agenda pengawasan partisipatif, pendidikan politik, serta pengawalan demokrasi ke depan. Forum sakral ini sekaligus menjadi pemanasan intelektual yang sangat berharga bagi puluhan kader PMII Kota Lhokseumawe yang hadir memadati ruang acara Diskusi tersebut.(PS|IMAM)
