PERKUAT BUDAYA MUTU PENDIDIKAN! KACABDISDIK WILAYAH XI DIWAKILI MANGATAS SIREGAR BUKA BIMTEK SPMI 2026

/ Kamis, 29 Oktober 2026 / 09.11.00 WIB

 Kacabdisdik Wilayah XI Provsu Ardiansyah Putra Lubid S.STP M.Si Yang Diwakili Kasubbag Tata Usaha Mangatas Siregar S.Pd MM Buka Acara Bimtek

POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN – Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan budaya mutu terus digelorakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Dinas Pendidikan Provsu  melalui Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah XI Provinsi Sumatera Utara. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan Berbagi Praktik Baik sebagai Fasilitator Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula SMKN 1 Padangsidimpuan, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran profesional bagi para pendidik untuk memperkuat kompetensi, meningkatkan kualitas tata kelola sekolah, serta mendorong terciptanya layanan pendidikan yang semakin bermutu dan berkelanjutan.


Kegiatan tersebut dihadiri Kasubbag Tata Usaha Cabdisdik Wilayah XI, Mangatas Siregar, S.Pd., M.M., yang mewakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, Ardiansyah Putra Lubis, S.STP., M.Si. Dalam kesempatan itu, Mangatas menyampaikan bahwa Kacabdisdik berhalangan hadir karena harus mengikuti agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan. Meski demikian, kehadirannya menjadi bentuk dukungan kelembagaan terhadap pelaksanaan program peningkatan kompetensi pendidik dan penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal di lingkungan satuan pendidikan.


Dalam sambutannya, Mangatas Siregar membuka kegiatan Bimtek SPMI Tahun 2026 sekaligus mengharapkan seluruh peserta mengikuti setiap sesi dengan serius, aktif, dan penuh tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya menyerap materi yang disampaikan narasumber agar pengetahuan serta pengalaman yang diperoleh tidak berhenti sebatas kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara nyata di sekolah masing-masing. Dengan demikian, kegiatan berbagi praktik baik diharapkan mampu melahirkan perubahan positif dalam proses pembelajaran, pengelolaan sekolah, dan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan.


Materi utama disampaikan oleh Nurmala Hasibuan, fasilitator sekaligus Kepala SMKN 3 Padangsidimpuan, yang berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai penerapan SPMI dalam membangun budaya mutu di lingkungan sekolah. Pembahasan tersebut berkaitan dengan penguatan kapasitas satuan pendidikan, termasuk pentingnya pengelolaan program secara terencana, pelaksanaan kegiatan yang efektif, evaluasi berbasis bukti, serta penyusunan tindak lanjut untuk memperbaiki kekurangan. Praktik baik yang disampaikan diharapkan menjadi referensi bagi para guru dalam mengembangkan strategi peningkatan mutu sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing sekolah.


Secara ilmiah, SPMI merupakan pendekatan sistematis yang menempatkan satuan pendidikan sebagai pelaku utama dalam mengidentifikasi, merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan secara berkesinambungan. Penerapannya tidak semata-mata berorientasi pada kelengkapan administrasi, melainkan juga pada perubahan nyata dalam budaya kerja, kualitas pembelajaran, dan pencapaian kompetensi peserta didik. Oleh karena itu, pemanfaatan data evaluasi, identifikasi masalah, penetapan prioritas, serta pengukuran hasil program menjadi unsur penting dalam memastikan setiap kebijakan sekolah memberikan manfaat yang dapat dipertanggungjawabkan.


Peserta Bimtek yang berasal dari Guru SMKN 1 Padangsidimpuan dan  Guru SLBN 1 Padangsidimpuan juga memperoleh kesempatan untuk memperkaya wawasan melalui pertukaran pengalaman antarpelaku pendidikan. Kolaborasi tersebut memiliki nilai strategis karena sekolah kejuruan dan sekolah luar biasa mempunyai karakteristik, kebutuhan pembelajaran, serta tantangan pelayanan yang berbeda. Melalui dialog profesional dan berbagi praktik baik, para guru diharapkan mampu mengadaptasi pendekatan penjaminan mutu sesuai kebutuhan peserta didik, termasuk memperkuat pembelajaran yang inklusif, efektif, relevan, dan berpusat pada potensi setiap anak.


Lebih jauh, keberhasilan penerapan SPMI sangat ditentukan oleh komitmen seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga unsur lain yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan. Budaya mutu harus tumbuh sebagai kebiasaan kerja yang mendorong keterbukaan terhadap evaluasi, kemauan menerima masukan, serta keberanian melakukan perbaikan. Dengan pola pikir tersebut, setiap persoalan yang ditemukan dalam proses pembelajaran dapat dijadikan dasar untuk menyusun solusi yang terukur, bukan sekadar menjadi catatan administratif tanpa tindak lanjut yang jelas.


Melalui kegiatan Berbagi Praktik Baik Bimtek SPMI Tahun 2026 ini, Cabdisdik Wilayah XI diharapkan semakin memperkuat sinergi dengan satuan pendidikan dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan diteruskan melalui penerapan program nyata, evaluasi berkala, dan kolaborasi antarguru di sekolah masing-masing. Sebab, pendidikan bermutu tidak lahir hanya dari kebijakan atau pelatihan sesaat, melainkan dari komitmen bersama untuk terus belajar, berinovasi, dan melakukan perbaikan berkelanjutan demi mempersiapkan generasi Sumatera Utara yang cerdas, berkarakter, kompeten, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: