Setahun Lebih Melarikan Diri, Ishak alias Icak Dijemput Kembali ke Lapas Kutacane, Kalapas Apresiasi Petugas dan Polres Agara

/ Jumat, 23 Oktober 2026 / 16.10.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA — Setelah lebih dari satu tahun melarikan diri, Ishak alias Icak, warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang kabur dari Lapas Kelas IIB Kutacane pada 10 Maret 2025, akhirnya dijemput kembali pada Jumat (23/10/2026).

Penjemputan berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB di kediamannya di kawasan Simpang Semadam, Kecamatan Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara. Langkah ini dilakukan setelah pihak Lapas Kutacane menerima informasi dari Intelkam Polres Aceh Tenggara mengenai keberadaan yang bersangkutan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Lapas Kutacane membentuk tim yang melibatkan Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), serta bagian Registrasi dan Perawatan. Setelah berkoordinasi dengan Polres Aceh Tenggara, tim bergerak melakukan penjemputan.

Berdasarkan laporan resmi Lapas Kutacane, Ishak ditemukan berada di dalam kamar rumahnya. Ia kemudian dibawa kembali ke Lapas untuk menjalani asesmen sebagai bahan evaluasi dan dasar penentuan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.


Pelarian 2025 Diwarnai Protes dan Pembobolan Pengamanan


Pelarian yang terjadi pada 10 Maret 2025 itu sebelumnya diwarnai situasi mencekam di dalam Lapas Kutacane. Berdasarkan informasi kronologi yang dihimpun, sejumlah narapidana dan tahanan sempat melakukan protes di dalam blok sebelum aksi pelarian terjadi.

Situasi kemudian berkembang ketika sejumlah warga binaan dilaporkan membobol tiga lapis pintu pengamanan utama serta merusak bagian atap gedung lapas.

Para napi selanjutnya berhamburan keluar melalui pintu utama dan bagian atap, lalu berlari ke berbagai arah. Peristiwa yang terjadi menjelang waktu magrib tersebut sempat membuat warga di sekitar lokasi panik.

Aparat gabungan yang terdiri dari Kepolisian, termasuk Polres Aceh Tenggara, TNI, dan unsur Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara kemudian diterjunkan untuk melakukan pengejaran serta mengendalikan situasi. Berdasarkan kronologi yang disampaikan, situasi berhasil dikendalikan sekitar pukul 21.00 WIB.

Namun, rincian mengenai penyebab protes, pemicu pelarian massal, serta hasil evaluasi pengamanan saat kejadian tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait.


Kalapas Apresiasi Petugas dan Berterima Kasih kepada Polres Agara

Kepala Lapas Kelas IIB Kutacane, Reinhards Indra Pitoy, menyampaikan apresiasi kepada petugas yang terlibat dalam penjemputan Ishak serta berterima kasih kepada jajaran Polres Aceh Tenggara atas informasi dan koordinasi yang mendukung proses tersebut.

Apresiasi itu menjadi bentuk penghargaan atas sinergi antarlembaga dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Setelah kembali ke Lapas, Ishak akan menjalani asesmen untuk menjadi bahan evaluasi dan menentukan langkah penanganan selanjutnya sesuai prosedur yang berlaku.(PS/ASP) 

Komentar Anda

Terkini: