POSKOTASUMATERA.COM-TAPANULI SELATAN-Dalam semangat kolaborasi lintas lembaga dan komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Tapanuli Selatan, telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) yang berlangsung dari tanggal 29 Juli hingga 2 Agustus 2025, berpusat di SMP Negeri 1 Angkola Timur.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara " Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK)", "Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara", dan " Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan". Kolaborasi ini menegaskan pentingnya pendekatan terpadu dalam menciptakan perubahan nyata di satuan pendidikan.
Pelatihan resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan yang diwakili oleh Kepala Bidang ( Kabid) Pembinaan SMP Budiarto Tanjung.
Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan kerja sama yang erat dan berkesinambungan antar seluruh pemangku kepentingan pendidikan. “Transformasi pendidikan akan menjadi nyata jika kita bersatu dalam visi dan aksi,” ungkapnya.
Fasilitator kegiatan ini adalah "Nuryaningsih, S.Pd., M.Pd.", Kepala SLB Negeri Angkola Timur, yang juga merupakan "Kepala Sekolah Penggerak", Dua kali menjadi finalis kepala sekolah berprestasi tingkat nasional di tahun 2014,2019, dan penerima penghargaan "Kepala Sekolah Inspiratif Tahun 2023". Kehadiran beliau membawa warna tersendiri dalam kegiatan pelatihan, tidak hanya sebagai narasumber, tetapi juga sebagai figur inspiratif yang telah berhasil menggerakkan komunitas sekolahnya menuju perubahan yang bermakna.
Ditambahkan Nuryaningsih S.Pd M.Pd tujuan kegiatan ini untuk menguatkan Kepala SMA dan SMP yang berkinerja terbaik itu yang ikut kegiatan Diklat PM.
Materi pelatihan disusun secara berjenjang dan reflektif, dimulai dari pemahaman mengenai "perubahan pola pikir (mindset)", khususnya pentingnya mengembangkan "Pola Pikir Bertumbuh (PPB)". Peserta diajak untuk menyadari bahwa kompetensi tidak bersifat statis, melainkan dapat terus berkembang melalui usaha dan pembelajaran berkelanjutan.
Setelah itu, pelatihan mendalami konsep "Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)", sebuah pendekatan yang menuntut siswa untuk berpikir kritis, memahami secara bermakna, dan mampu mengaitkan pengetahuan dengan persoalan nyata dalam kehidupan. Dalam konteks ini, "kepemimpinan transformatif" dari kepala sekolah menjadi sangat krusial.
Dengan pendekatan "inkuiri kolaboratif", peserta dilatih untuk melakukan refleksi bersama, berbagi praktik baik, dan membangun kultur belajar yang adaptif dan progresif di sekolah. Nuryaningsih secara konkret menunjukkan bagaimana kepemimpinan yang inspiratif dapat menggerakkan guru-guru untuk menjadi inovator pembelajaran yang kreatif dan berdampak.
Sepanjang kegiatan, tampak suasana yang hidup dan dinamis. Diskusi kelompok, studi kasus, serta praktik penyusunan rencana tindak lanjut dilakukan dengan antusias. Banyak peserta mengaku memperoleh pencerahan baru tentang makna menjadi pendidik, bukan sekadar sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembelajar dan pemimpin yang memotivasi.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan menjadi titik tolak bagi lahirnya ekosistem pendidikan yang kuat di Tapanuli Selatan—yang berakar pada kolaborasi, tumbuh dalam refleksi, dan berkembang melalui aksi nyata di lapangan. Sejalan dengan semangat Merdeka Belajar, transformasi pendidikan sejati dimulai dari sekolah, dipandu oleh pemimpin yang visioner, dan digerakkan oleh guru yang berdaya saing tinggi.
Peserta Diklat Pembelajaran mendalam diikuti oleh kepala sekolah kepala sekolah yang berkinerja terbaik dan kinerja prestasi.(PS/BERMAWI)


