Penguatan Kelembagaan Bawaslu Tapsel Sambut Kedatangan Bawaslu Sumut: Menjaga Integritas Pengawasan di Masa Non-Tahapan

/ Rabu, 13 Agustus 2025 / 07.32.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM– TAPANULI SELATAN – Senin pagi, 12 Agustus 2025, udara sejuk menyelimuti Tapanuli Selatan. Kabut tipis masih menggantung di udara ketika deru kendaraan pelan-pelan memasuki halaman Kantor Bawaslu Tapsel. Dari dalamnya, turun Ronsom Poskoro Purba, S.T., S.H., Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Provinsi Sumatera Utara. Langkahnya mantap, senyumnya ramah, namun tatapan matanya memancarkan keteguhan.


Di teras kantor, jajaran pimpinan Bawaslu Tapsel sudah menunggu. Ketua Bawaslu Tapsel, Taufik Hidayat, SE, MM, C.Med., berdiri di barisan depan, ditemani Panataran Simanjuntak, SHi, MH (Kordiv P3S), Vernando Maruli Aruan, ST.C.Med (Kordiv HP2H), Kordinator Sekretariat (Korsek) Rina Kherwati serta seluruh staf sekretariat. Jabat tangan erat disertai senyum tulus menghangatkan suasana. Penyambutan itu bukan sekadar formalitas—terasa seperti temu keluarga yang hendak berbincang serius tentang masa depan rumahnya.


Memasuki ruang pertemuan yang sederhana namun penuh makna, Ronsom membuka dialog dengan nada tegas namun akrab. Ia menegaskan, pengawasan pemilu tidak hanya ada di tengah hiruk pikuk tahapan, tetapi justru menemukan pondasi terkuatnya di masa jeda ini. “Masa non-tahapan adalah waktu membangun mesin organisasi—menguatkan sistem, mental, dan SDM agar siap tempur saat tahapan tiba,” ucapnya.


Topik berlanjut pada pengelolaan SDM. Ronsom menggarisbawahi disiplin, konsistensi, dan keberanian mengawal aturan sebagai wajah sejati Bawaslu di mata publik. Baginya, kepatuhan terhadap aturan pemilu harus terjaga setiap saat, bahkan ketika tidak ada kampanye. Ia juga mengingatkan potensi celah pelanggaran pada pemanfaatan sarana dan prasarana di luar anggaran pemilu, yang kerap luput dari perhatian.


Pemaparan kemudian mengalir ke berbagai inovasi yang telah dijalankan Bawaslu Tapsel di masa non-budgeting: dari koordinasi lintas instansi, edukasi politik ke desa-desa, hingga program “Bawaslu Mengajar” di sekolah dan kampus. Semua dirancang untuk membentuk kesadaran demokrasi sejak dini. Bagi Ronsom, inisiatif-inisiatif ini adalah bukti bahwa pengawasan bisa kreatif, membumi, dan dekat dengan masyarakat tanpa harus menunggu pemilu.


Sorotan semangat menghangat ketika membicarakan “Kampung Pengawasan” yang lahir pada Pemilu 2024. Di sana, warga menjadi garda terdepan menjaga demokrasi. Kampung itu bukan hanya ruang diskusi, tetapi juga simbol bahwa demokrasi bisa tumbuh subur di tengah perkampungan, jauh dari gedung-gedung megah.

Taufik Hidayat Ketua Bawaslu Tapsel berharap agar seluruh jajaran Bawaslu Tapanuli selatan disiplin dalam kehadiran dan kerja,kedisiplinan para staf menjadi kunci keberhasilan lembaga ini dalam mengemban tugas pengawasan dan menjadi cermin dan wajah Bawaslu Tapsel dan sekaligus menjadi bahan evaluasi pimpinan dalam memberikan penilaian atas kinerja dan kepatuhan untuk perpanjangan perjanjian kerja untuk lima tahun yang akan datang,catatan-catatan penting prilaku,kedisiplinan dan kemampuan kerja staf akan direkam dalam penilaian dan bahan evaluasi pimpinan," pungkasnya.

Menutup kunjungan, Ronsom kembali menegaskan bahwa membangun kultur pengawasan partisipatif adalah misi utama. “Masa non-tahapan bukan masa istirahat, melainkan masa memupuk kesiapan,” tuturnya, disambut tepuk tangan dan tatapan optimistis dari seluruh peserta.


Saat rombongan beranjak meninggalkan kantor, matahari telah condong ke atas. Senyum para keluarga besar Bawaslu Tapsel yang mengiringi langkah mereka menjadi tanda bahwa hari ini bukan sekadar pertemuan. Ia adalah pengingat bahwa menjaga integritas pengawasan bukan hanya soal aturan, melainkan juga tentang memelihara semangat kolektif—semangat yang hari itu pulang bersama mereka, menyala dan siap menjaga demokrasi kapan pun dibutuhkan.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: