POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL – Rabu (24/9/2025), semangat kebersamaan menyelimuti Desa Haunatas, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. Sejak pagi, suara cangkul, sapu, dan tawa warga berpadu dalam kegiatan gotong royong yang dipimpin langsung oleh Camat Marancar, Hj. Rosnanni Pasaribu, S.Pd., MM.
Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi menjadi ruang di mana masyarakat bersatu, tanpa memandang usia maupun profesi. Laki-laki, perempuan, orang tua hingga Pemuda, semua bahu-membahu memperbaiki saluran air, membersihkan jalan desa, serta menanam pohon di lahan rawan longsor. Kehangatan interaksi membuat suasana tampak seperti sebuah pesta rakyat.
“Gotong royong ini adalah cara kami menjaga warisan leluhur, sekaligus mempererat silaturahmi,” ungkap Camat Hj. Rosnanni di sela kegiatan. Ucapannya disambut anggukan warga, yang dengan sukarela meninggalkan aktivitas sehari-hari demi hadir di tengah kebersamaan ini.
Di antara para peserta, terlihat masyarakat ikut membantu memungut sampah dan menanam bibit pohon. Bagi mereka, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga tentang arti kerja sama dan tanggung jawab. Senyum polos mereka seakan menjadi simbol harapan akan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakatnya.
Bagi masyarakat Haunatas, gotong royong bukanlah beban, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari. Seperti yang diutarakan oleh salah seorang warga, “Kalau dikerjakan bersama, pekerjaan berat pun terasa ringan. Yang penting kita saling dukung.” Kalimat sederhana ini mencerminkan filosofi hidup desa yang mengutamakan kebersamaan di atas kepentingan pribadi.
Selain manfaat nyata berupa lingkungan yang lebih bersih dan asri, kegiatan ini juga memperkuat ikatan sosial antarwarga. Di sela-sela bekerja, canda tawa dan obrolan hangat terus mengalir, menumbuhkan rasa saling percaya dan kekeluargaan. Inilah nilai yang sering kali tidak terlihat, tetapi menjadi pondasi kuat dalam menjaga keharmonisan desa.
Gotong royong di Desa Haunatas hari ini membuktikan bahwa nilai-nilai kebersamaan tidak lekang oleh waktu. Dengan kepemimpinan yang dekat dengan rakyat serta partisipasi penuh dari masyarakat, tradisi ini menjadi bukti nyata bahwa kebahagiaan sederhana bisa tumbuh dari kerja bersama, dari saling peduli, dan dari hati yang tulus untuk membangun desa.(PS/BERMAWI)
