KAHMI Resmikan Heritage Lafran Pane di Sipirok dan Pemkab Tapsel Usulkan Sanusi Pane Jadi Pahlawan Nasional, MD KAHMI Tapsel Apresiasi Pemkab Tapsel dan KAHMI Sumut

/ Rabu, 24 September 2025 / 19.37.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM– TAPSEL – Sejarah adalah konstruksi sosial yang menyimpan energi kolektif bagi arah masa depan bangsa. Hal tersebut tampak dalam momentum soft launching Heritage Lafran Pane yang dilaksanakan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) bertepatan dengan Milad ke-59 di Desa Pangurabaan, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Minggu (21/9/2025). Acara ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan juga simbol pertautan antara warisan intelektual dan kebudayaan lokal dengan arah pembangunan bangsa.


Lafran Pane, tokoh yang mendirikan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada 1947, dikenang bukan semata sebagai pemimpin mahasiswa, melainkan juga sebagai intelektual Muslim yang berhasil mensintesiskan nilai Islam dengan semangat kebangsaan. Kehadiran Lafran Pane Heritage yang dilengkapi Masjid At-Toyyibah Al Musannif dan Perpustakaan Lafran Pane adalah representasi konkret upaya pelestarian warisan gagasan dan perjuangan intelektual beliau. Dari perspektif pendidikan, warisan ini merupakan proses knowledge institutionalization, yakni menjadikan pengetahuan sebagai identitas yang diwariskan lintas generasi.


Momentum ini semakin bernilai karena Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mengusulkan Sanusi Pane, sastrawan dan budayawan besar asal Sipirok, untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Sanusi Pane merupakan tokoh penting dalam sejarah sastra dan pemikiran Indonesia yang menggagas keseimbangan antara spiritualitas Timur dan rasionalitas Barat. Usulan tersebut menunjukkan kesadaran historis Tapsel untuk tidak hanya mengabadikan tokoh pergerakan Islam, tetapi juga mengangkat kontribusi pemikir humanistik yang memperkaya khazanah kebangsaan.


Ketua Majelis Wilayah KAHMI Sumatera Utara, H. Rusdi Lubis, menegaskan bahwa organisasi ini telah mencatat capaian penting, mulai dari pembangunan sekretariat, masjid, hingga penerbitan 68 buku. Menurutnya, prinsip yang dipegang KAHMI adalah “menulis di atas batu, bukan di atas air,” yang secara akademik dapat dimaknai sebagai strategi knowledge preservation—meninggalkan karya intelektual yang abadi. Dengan begitu, KAHMI tidak hanya menjadi organisasi alumni, tetapi juga institusi pengetahuan.


Ketua MD KAHMI Tapsel, Sawal Pane, SE., M.Si., menilai dukungan dari KAHMI Sumut dan Pemkab Tapsel sebagai energi kolektif untuk menghidupkan kembali semangat historis Sipirok. Ia menekankan bahwa heritage ini menjadi pengingat bahwa Sipirok adalah tanah kelahiran banyak tokoh nasional, sehingga keberadaan Lafran Pane Heritage harus menjadi ruang edukasi sekaligus inspirasi generasi muda. Sinergi ini menurutnya akan memperkuat modal sosial daerah dalam menjaga identitas kebangsaan.


Secara akademis, keberadaan Lafran Pane Heritage dapat ditafsirkan sebagai bentuk cultural revitalization, yakni menghidupkan kembali memori kolektif bangsa melalui simbol-simbol ruang, bangunan, dan institusi pendidikan. Kehadiran perpustakaan, misalnya, bukan sekadar tempat membaca, melainkan arena dialektika gagasan yang mempertegas Sipirok sebagai “tanah kelahiran intelektual.” Dengan demikian, heritage ini berfungsi ganda: melestarikan sejarah sekaligus membangun kesadaran kritis masyarakat.


Acara milad yang berlangsung khidmat ini dihadiri Ketua MN KAHMI, Ketua MD KAHMI Tapsel, anggota DPRD, Forkopimda, Sekda Tapsel, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, Camat Sipirok, kader HMI dan Kohati se-Tabagsel, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai elemen tersebut memperlihatkan praktik nyata social capital—modal sosial yang menghubungkan pemerintah, akademisi, tokoh agama, dan masyarakat sipil dalam merawat warisan peradaban.


Dengan demikian, Heritage Lafran Pane bukan sekadar monumen statis, tetapi pusat peradaban yang memadukan tiga dimensi penting: sejarah, pendidikan, dan spiritualitas. Bersamaan dengan usulan Sanusi Pane sebagai Pahlawan Nasional, Tapanuli Selatan menegaskan posisinya sebagai tanah subur lahirnya tokoh bangsa yang berkontribusi bagi kebudayaan, pemikiran, dan pergerakan nasional. Warisan ini sekaligus menjadi instrumen kolektif untuk meneguhkan identitas daerah dalam mozaik kebangsaan Indonesia.


Ketua MD KAHMI Tapsel, Sawal Pane SE., M.Si. menyampaikan:

“Kami di MD KAHMI Tapsel memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Tapanuli Selatan dan KAHMI Sumatera Utara. Kehadiran Heritage Lafran Pane bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan inspirasi bagi generasi muda. Ini adalah pengingat bahwa Sipirok adalah tanah kelahiran para tokoh besar bangsa. Dengan adanya sinergi ini, kita sedang membangun modal sosial bersama untuk menjaga identitas kebangsaan sekaligus merawat warisan intelektual yang akan terus hidup lintas generasi.”(PS/BERMAW)


Komentar Anda

Terkini: