Zainuddin Nasution DPRD Madina, Desak Pertamina Atasi Kelangkaan BBM

/ Kamis, 25 September 2025 / 16.16.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM - MADINA - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menjadi perhatian serius DPRD Madina. Hal ini terungkap dalam peninjauan lapangan yang dilakukan Badan Anggaran DPRD bersama sejumlah anggota dewan.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Madina, H. Zainuddin Nasution, S.Sos., mengungkapkan bahwa pasokan BBM ke SPBU belakangan tidak sesuai kuota.

“Biasanya SPBU mendapat 16 ribu liter per pemesanan, tapi sekarang hanya dikirim 8 ribu liter. Bahkan untuk BBM Pertamax, meski sudah dibayar oleh pihak SPBU, pengirimannya sering tertunda 3–4 hari,” jelasnya.

Menurut Zainuddin, kondisi ini menimbulkan keresahan masyarakat. Ia meminta agar pemerintah daerah segera menyurati Pertamina Cabang Sibolga untuk mencari penjelasan atas masalah ini.

“Informasi yang kami terima, tidak ada pengurangan jatah dari Pertamina. Jadi mengapa terjadi kelangkaan, inilah yang harus ditelusuri,” tegasnya.

Selain BBM, DPRD juga menyoroti kondisi fasilitas RSUD Madina. Saat peninjauan, ditemukan bahwa kebutuhan air bersih di rumah sakit masih belum layak.

“Kami sudah minta pemerintah daerah melalui Direktur RSUD agar membangun sistem pengolahan air bersih. Rumah sakit harus memberikan pelayanan maksimal,” ujar Zainuddin.

Dalam sidak ke sejumlah gerai Indomaret, DPRD menemukan masih ada gerai tanpa papan nama resmi, pekerja dari luar daerah, serta belum tersedianya produk UMKM lokal.

“Kalau memang gerai modern ini tidak bisa dibendung, regulasi yang tepat harus dibuat. Agar pajak bisa dipungut, pekerja lokal terserap, dan UMKM Madina mendapat ruang,” katanya.

DPRD juga meminta agar pembukaan gerai Indomaret dibatasi, demi melindungi pengusaha lokal.

Rombongan dewan turut meninjau jembatan di Kecamatan Naga Juang yang rawan putus akibat arus sungai Batang Haris. DPRD mendorong pemerintah segera melakukan langkah pencegahan agar akses masyarakat tidak kembali terputus seperti sebelumnya.


Peninjauan ini diikuti sejumlah anggota DPRD Madina, di antaranya:

  1. H. Zainuddin Nasution, S.Sos. (Gerindra)
  2. H. Binsar Nasution, A.Md., S.H. (Demokrat)
  3. Bahran Saleh Daulay, SE. (Gerindra/Ketua Kadin Madina)
  4. Edi Anwar (PKB)
  5. Ardiansyah Nasution (Gerindra)
  6. Suhelmi Saputra Matondang (NasDem)

Komentar Anda

Terkini: