Meriahkan HUT Tapsel Ke-75, Dinas PPPA Gelar Lomba Pidato Forum Anak: Wadah Ekspresi dan Pembentukan Karakter Generasi Muda di Era Digital

/ Kamis, 13 November 2025 / 18.18.00 WIB


 

POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN — Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Tapanuli Selatan pada Kamis (13/11/2025). Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kabupaten Tapanuli Selatan, Dinas PPPA menggelar Lomba Pidato antar Forum Anak se-Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan ini menjadi ajang bagi anak-anak dari berbagai kecamatan untuk mengekspresikan ide, menyuarakan aspirasi, sekaligus mengasah kemampuan komunikasi publik mereka.


Kepala Dinas PPPA Hubban Hasibuan, S.Sos., M.Kes. dalam sambutannya menyampaikan bahwa lomba pidato ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan generasi muda yang berkarakter kuat dan berjiwa sosial tinggi. “Anak-anak adalah cermin masa depan. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menumbuhkan keberanian mereka dalam berpikir kritis dan berbicara santun, sekaligus memahami nilai-nilai moral dan tanggung jawab sosial,” ujar Hubban Hasibuan dengan penuh semangat.


Beliau juga menekankan pentingnya peran semua pihak — orang tua, guru, pemerintah, dan masyarakat — dalam membangun lingkungan yang aman dan positif bagi anak-anak. “Kita punya tanggung jawab besar sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dunia digital memberi banyak peluang, tetapi juga tantangan. Anak-anak harus kita dampingi agar tidak tersesat dalam arus teknologi,” tambahnya.




Dalam pidatonya, Kadis PPPA menyoroti fenomena pergeseran nilai moral, kecanduan gawai, dan lemahnya komunikasi keluarga, yang kerap menggerus karakter anak-anak masa kini. Melalui lomba ini, ia berharap generasi muda mampu membangun daya tahan diri (resilience) dan menjauhkan diri dari pengaruh negatif seperti narkoba, perundungan (bullying), maupun perilaku konsumtif di media sosial. “Isi waktu dengan hal bermanfaat, bergaul dengan lingkungan yang baik, dan terus berani bermimpi besar untuk masa depan,” pesannya menutup sambutan.


Suasana kompetisi pun berlangsung penuh antusias. Para peserta tampil percaya diri, menyampaikan gagasan seputar peran anak sebagai pelopor dan pelapor (2P) dalam pembangunan daerah yang ramah anak. Dari mimbar kecil di depan juri, mereka berbicara lantang tentang cita-cita, nilai moral, dan tanggung jawab sosial, seolah menunjukkan bahwa anak-anak Tapsel siap menjadi bagian dari perubahan positif.


Dewan juri yang terdiri dari unsur akademisi dan praktisi komunikasi menilai dengan objektif berdasarkan penguasaan materi, kejelasan argumentasi, teknik penyampaian, dan kepribadian. Hasilnya, Juara I diraih oleh Diska Khairani Hasibuan (Kecamatan Angkola Barat) dengan nilai 374, disusul Juara II Ispa Wahyu Lubis (Batang Angkola) dengan nilai 368, dan Juara III Sarah Humgirah (Batang Angkola) dengan nilai 361. Sementara kategori Harapan I hingga III diraih oleh Agavia Gobel Natama Sihombing (Tantom Angkola), Yogi Risa Stagian (Sayur Matinggi), dan Asrifa Siagian (Sipirok).


Tawa dan tepuk tangan menggema ketika nama-nama pemenang diumumkan. Bagi para peserta, kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan, melainkan pengalaman berharga dalam menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian, dan semangat berkompetisi secara sehat. Beberapa orang tua tampak menitikkan air mata haru melihat anak-anak mereka berdiri di atas panggung dengan penuh kebanggaan.


Menutup kegiatan, Kepala Dinas PPPA menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan pihak yang mendukung suksesnya acara ini. “Melalui lomba ini, kita tidak hanya mencari pemenang, tapi juga menanamkan nilai bahwa setiap anak berhak untuk didengar, dihargai, dan diberdayakan. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing tinggi, membawa semangat perubahan bagi Tapanuli Selatan,” pungkas Hubban Hasibuan.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: