Banjir Menguji, Solidaritas Menguatkan: PATOGAR Indonesia Dibawah Kepemimpinan Daulat Raja Parluatan Siregar Hadir di Pahae Jae

/ Rabu, 31 Desember 2025 / 21.14.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM | TAPUT —Banjir yang melanda Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, pada 23 Desember 2025, meninggalkan jejak luka bagi warga. Rumah-rumah terendam, aktivitas lumpuh, dan harapan sempat teruji. Namun di balik genangan dan lumpur yang tersisa, tumbuh sebuah kisah tentang kepedulian, ikatan emosional, dan solidaritas yang menghangatkan hati. Di tengah upaya warga memulihkan kehidupan pascabencana, kehadiran PATOGAR Indonesia menjadi secercah harapan.


Para perantau yang tergabung dalam Persatuan Toga Siregar (PATOGAR) Indonesia, meski terpencar di berbagai penjuru Tanah Air, bersatu mengulurkan tangan untuk kampung halaman tercinta. Jarak geografis tak mampu memutus ikatan batin dengan tanah kelahiran.


Bantuan berupa paket sembako dan kebutuhan pokok disalurkan langsung kepada warga terdampak di Dusun Aek Puli, Desa Sukamaju Kecamatan Pahae Jae.Kabupaten Tapanuli Utara. 


Bagi masyarakat setempat, bantuan tersebut bukan sekadar pemenuhan kebutuhan harian, melainkan suntikan semangat dan penguat mental di tengah keterbatasan. Senyum haru, mata berkaca-kaca, dan ucapan terima kasih mengiringi setiap penyerahan bantuan.


Babinsa Koramil Simangumban, Kopral Dua Sukarno Silalahi, menyampaikan apresiasi atas kepedulian para perantau. Menurutnya, bantuan PATOGAR Indonesia sangat berarti bagi warga yang sedang berjuang bangkit. “Kami tidak bisa membalas kebaikan anak-perantau PATOGAR Indonesia. Semoga ini menjadi amal kebaikan yang terus mengalir,” ujarnya.


Ia juga menilai keterlibatan para perantau sebagai contoh nyata bahwa solidaritas sosial memiliki peran penting dalam mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana. Gotong royong, kepedulian, dan empati menjadi fondasi kuat untuk kembali menata kehidupan.


Ketua Umum PATOGAR Indonesia, Kombes (Purn) Drs. Parluatan Siregar, Gelar Daulat Raja Parluatan Siregar, menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini lahir dari tanggung jawab moral terhadap kampung halaman.

“Kami mungkin tidak berada di sini setiap hari, tetapi hati kami selalu bersama masyarakat Dusun Aek Puli Desa Sukamaju Kecamatan Pahae Jae.

Ketika saudara kami tertimpa musibah, sudah menjadi kewajiban kami untuk hadir dan membantu,” tuturnya dengan penuh empati.

Parluatan menjelaskan, bantuan tersebut merupakan hasil solidaritas anggota PATOGAR Indonesia yang tersebar dari berbagai wilayah Nusantara, mulai dari Papua, Bali, Jawa, Sumatera, Sulawesi, Batam, Medan, Solo, Yogyakarta, hingga daerah lainnya. 


Sebelumnya, PATOGAR Indonesia juga telah menyalurkan bantuan ke Madina, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, dan terakhir di Tapanuli Utara, wilayah-wilayah yang terdampak banjir di Sumatera Utara.


Bagi warga Pahae Jae, banjir memang menguji ketahanan hidup. Namun kehadiran PATOGAR Indonesia membuktikan bahwa di balik setiap ujian selalu ada kekuatan besar bernama solidaritas. Dari kepedulian para perantau inilah, semangat kebersamaan kembali tumbuh, menguatkan langkah masyarakat untuk bangkit dan menata kembali kehidupan yang sempat porak-poranda.


Masyarakat juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Aek Puli serta Koramil Simangumban yang telah memfasilitasi penyaluran bantuan PATOGAR Indonesia. 


Bantuan yang berasal dari berbagai daerah seperti Surabaya, Medan, Jawa, Kalimantan, Pekanbaru, Sulawesi, dan wilayah lainnya di Indonesia diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi warga.


Menutup kegiatan, Parluatan Siregar menyampaikan pesan penuh doa dan kebersamaan kepada seluruh keluarga di kampung halaman.

“Hamidongan tubu nami nadong di rantau, pandaraman manjappal tu balian, mangalgei matuson ido nadi tubuon ni keluarga, khususnya di Tapanuli Utara, Tapsel, Tapteng, Madina, dan Kota Padangsidimpuan. Horas… Horas… Horas,” ucapnya.

(PS/BERMAWI)


Komentar Anda

Terkini: