POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, menghadiri secara langsung kegiatan pemugaran Tugu Raja Marbulang Simamora Debataraja yang dilaksanakan di kawasan Tugu Raja Marbulang Simamora, Jalan Merdeka, Dolok Sanggul, Senin (29/12/2025).
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Humbang Hasundutan ini menjadi simbol kuat dukungan pemerintah daerah terhadap upaya pelestarian sejarah, adat istiadat, dan kebudayaan Batak sebagai identitas daerah.
Kegiatan pemugaran tersebut dirangkai sekaligus dengan Perayaan Ulang Tahun Emas (50 Tahun) Tugu Raja Marbulang Simamora, yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 29–30 Desember 2025. Perayaan ini menjadi momentum bersejarah, tidak hanya bagi keturunan Raja Marbulang Simamora, tetapi juga bagi masyarakat Humbang Hasundutan secara umum.
Dalam sambutannya, Bupati Humbahas Dr. Oloan Paniaran Nababan menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pelaksana, keturunan Raja Marbulang Simamora Debataraja, tokoh adat, serta seluruh masyarakat yang telah berperan aktif menjaga dan merawat tugu sebagai salah satu situs bersejarah di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Menurut Bupati, keberadaan tugu bukan sekadar simbol fisik atau monumen semata, melainkan representasi nilai-nilai luhur, sejarah panjang, dan perjuangan para leluhur yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
“Pemugaran tugu ini bukan hanya memperindah bangunan, tetapi memiliki makna yang jauh lebih dalam, yaitu menjaga memori kolektif masyarakat, menanamkan nilai sejarah, serta membangun rasa hormat dan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya nenek moyang,” ujar Bupati.
Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan terus berkomitmen mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian penting dari pembangunan daerah yang berkelanjutan. Ia menilai, kemajuan daerah tidak boleh tercerabut dari akar budaya dan nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kegiatan pemugaran Tugu Raja Marbulang Simamora Debataraja ini dipimpin oleh panitia yang diketuai Kolonel Caj Charles Simamora, dengan melibatkan seluruh unsur marga, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat sekitar. Berbagai rangkaian acara adat Batak digelar dengan khidmat, mulai dari doa bersama, ritual adat, hingga kebersamaan antar marga sebagai wujud persatuan dan kekeluargaan.
Perayaan 50 tahun berdirinya tugu tersebut menjadi ajang silaturahmi besar keturunan Raja Marbulang Simamora yang datang dari berbagai daerah. Suasana kebersamaan dan kekhidmatan tampak kental, mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan persatuan dalam budaya Batak.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Humbahas juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan merawat situs-situs bersejarah yang ada di Humbang Hasundutan. Menurutnya, pelestarian budaya dan sejarah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat.
“Sejarah dan budaya adalah fondasi jati diri kita. Jika fondasi ini kuat, maka pembangunan daerah akan berjalan lebih kokoh, berkarakter, dan bermartabat,” tambahnya.
Selain sebagai upaya pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pengembangan pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Humbang Hasundutan. Keberadaan tugu dan kegiatan adat yang terpelihara dengan baik diyakini dapat menjadi daya tarik wisata sejarah dan budaya, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan berharap, melalui pemugaran Tugu Raja Marbulang Simamora Debataraja dan perayaan Ulang Tahun Emas ini, semangat persatuan, kebersamaan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai adat dan budaya Batak semakin menguat. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi modal sosial yang berharga dalam mendukung pembangunan daerah yang berakar pada kearifan lokal dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Acara berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh khidmat hingga selesai. Kehadiran Bupati Humbahas beserta jajaran pemerintah daerah memberikan motivasi dan semangat tersendiri bagi panitia dan masyarakat untuk terus menjaga warisan budaya sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan sejarah Humbang Hasundutan.(PS/BN)
