Dari Hati untuk Negeri, Parluatan Siregar Pimpin Aksi Kemanusiaan PATOGAR Indonesia di Sibolga

/ Rabu, 31 Desember 2025 / 11.35.00 WIB

Ketua PATOGAR Indomesia secara simbolis memverikqn bantuan kepada masyarakat tetdampak di Sibolga

POSKOTASUMATERA.COM | SIBOLGA — Malam belum sepenuhnya larut ketika rombongan PATOGAR Indonesia tiba di Kota Sibolga, Rabu (30/12/2025). Di tengah suasana duka akibat banjir dan longsor, kehadiran Ketua Umum PATOGAR Indonesia, Kombes (Purn) Drs. Parlautan Siregar, MH, Gelar Daulat Parluatan Siregar, membawa secercah harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam. Kunjungan kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa kepedulian tak mengenal jarak dan waktu.


Langkah kaki rombongan PATOGAR bukan sekadar perjalanan organisasi, melainkan panggilan nurani. Curah hujan tinggi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara telah mengubah kehidupan warga dalam sekejap. Rumah terendam, aktivitas terhenti, dan kebutuhan dasar menjadi tantangan sehari-hari. Di situlah PATOGAR Indonesia hadir, sebagai sahabat di masa sulit.


Dengan suara tenang namun penuh empati, Parluatan Siregar menyampaikan alasan kedatangan mereka. “Kami datang karena rasa persaudaraan. Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, sudah menjadi kewajiban kita untuk hadir dan berbagi,” ujarnya.



 Bantuan sembako yang disalurkan diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga yang tengah berjuang memulihkan kehidupan pascabencana. Menariknya, bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong dari berbagai penjuru Nusantara. Uluran tangan datang dari Patogar Medan, Pekanbaru, Jakarta, Lampung, hingga Papua. Perbedaan jarak dan wilayah seolah luluh dalam satu ikatan solidaritas. 

Semangat kebangsaan dan persatuan itulah yang menjadi denyut utama gerakan kemanusiaan PATOGAR Indonesia. Di hadapan warga, Parluatan Siregar yang juga dikenal dengan gelar adat Daulat Raja, menyampaikan pesan penguatan batin. Ia mengutip kearifan lokal, “mulak tondi tu badan”, sebuah ungkapan yang mengajak masyarakat untuk menguatkan kembali jiwa dan raga. 


Pesan sederhana, namun sarat makna, yang memberi harapan bahwa setiap luka akan pulih pada waktunya.Usai dari Sibolga, perjalanan kemanusiaan ini belum berakhir. Rombongan PATOGAR Indonesia dijadwalkan melanjutkan aksi serupa ke Kabupaten Tapanuli Utara. 


Sebelumnya, bantuan telah disalurkan ke Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan, menandai konsistensi PATOGAR dalam merawat kepedulian di tengah bencana yang silih berganti.

Rasa haru terpancar dari wajah warga penerima bantuan. Salah seorang warga Sibolga mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. “Di saat kami kesulitan, bantuan ini sangat berarti. Terima kasih atas kepedulian yang tulus,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca, mewakili perasaan banyak keluarga lainnya.


Aksi kemanusiaan PATOGAR Indonesia menunjukkan bahwa bantuan bukan hanya soal logistik, tetapi juga tentang kehadiran, empati, dan penguatan moral. Di tengah keterbatasan pascabencana, kepedulian semacam ini menjadi energi sosial yang menguatkan harapan, bahwa bersama-sama, masyarakat dapat bangkit dan menata kembali kehidupan dengan semangat baru. (PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: