Dari Diaspora untuk Negeri: PPI Dunia Salurkan Bantuan Logistik ke Dapur Umum Batu Hula

/ Kamis, 22 Januari 2026 / 20.46.00 WIB

Zahra Albaturrizkiyah Lubis, B.A., bersama Andika Ibrahim Nasution selaku Koordinator PPI Dunia Serahkan Bantuan Logistik Ke Dapur Umum Batu Huta Kec.Batangtoru

POSKOTASUMATERA.COM–TAPSEL — Jarak ribuan kilometer tidak menghalangi kepedulian. Dari berbagai penjuru dunia, mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) membuktikan bahwa cinta pada tanah air dapat diwujudkan melalui aksi nyata. Kamis (22/1/2025), kepedulian itu menjelma dalam bentuk bantuan logistik untuk Dapur Umum Batu Hula, Kecamatan Batangtoru.


Di tengah aktivitas dapur yang tak pernah sepi, bantuan tersebut menjadi napas baru bagi relawan dan warga yang bergantung pada dapur umum sebagai sumber pangan harian. Bukan sekadar angka dan daftar barang, setiap kilogram bahan makanan yang disalurkan membawa harapan bagi banyak keluarga agar tetap dapat menikmati hidangan layak dan bergizi.


Logistik yang disalurkan mencerminkan pemahaman PPI Dunia terhadap kebutuhan riil masyarakat. Mulai dari cabai merah, kentang, tomat, kol, hingga ikan asin dan teri rebus, seluruhnya disiapkan untuk menopang proses memasak dalam skala besar. Bahan-bahan ini menjadi fondasi utama dapur umum dalam menjaga ketersediaan pangan bagi warga sekitar.


Tak hanya itu, PPI Dunia juga melengkapi bantuan dengan kebutuhan pendukung seperti 3.000 butir telur, ratusan jipang, sarden, sabun colek, hingga garam. Kombinasi bantuan pangan dan nonpangan ini memberi keleluasaan bagi pengelola dapur umum untuk terus beroperasi secara berkelanjutan, efisien, dan higienis.


Penyerahan bantuan dilakukan oleh Zahra Albaturrizkiyah Lubis, B.A., bersama Andika Ibrahim Nasution selaku Koordinator PPI Dunia periode 2025/2026. Keduanya menegaskan bahwa aksi ini lahir dari rasa tanggung jawab moral mahasiswa diaspora terhadap kondisi sosial di tanah air. “Kami mungkin belajar jauh dari Indonesia, tetapi hati dan kepedulian kami selalu pulang,” ungkap mereka.


Bagi masyarakat Batu Hula, dapur umum bukan sekadar tempat memasak, melainkan ruang solidaritas. Di sanalah gotong royong tumbuh, empati dipertemukan, dan rasa kebersamaan dipelihara. Dukungan dari PPI Dunia memperkuat peran dapur umum sebagai penyangga ketahanan sosial, terutama bagi kelompok rentan.


Melalui aksi kemanusiaan ini, PPI Dunia menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia di luar negeri bukan hanya duta intelektual, tetapi juga duta kemanusiaan. Dari diaspora untuk negeri, mereka merajut harapan, mengirimkan kepedulian, dan menegaskan bahwa semangat gotong royong tetap hidup, melintasi batas negara dan jarak geografis. (PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: