POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL-Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M. merupakan sosok pemimpin muda yang mencatatkan sejarah politik nasional sebagai Gubernur Sumatera Utara periode 2025–2030. Ia resmi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 20 Februari 2025. Pada usia 33 tahun saat pelantikan, Bobby tercatat sebagai gubernur termuda di Indonesia, menandai pergeseran generasi kepemimpinan daerah menuju figur yang lebih adaptif terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan teknologi.
Dari sisi latar belakang keluarga, Bobby Nasution lahir pada 5 Juli 1991 dan tumbuh dalam lingkungan yang memiliki kedekatan dengan dunia birokrasi dan kepemimpinan. Ia merupakan putra dari Erwin Nasution, mantan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara IV, serta menantu Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, setelah menikah dengan Kahiyang Ayu pada tahun 2017. Konstelasi keluarga ini turut membentuk wawasan kebangsaan dan etos kepemimpinan yang moderat serta berorientasi pada pelayanan publik.
Dalam bidang pendidikan, Bobby menunjukkan konsistensi akademik yang relevan dengan tantangan pembangunan. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) Agribisnis di Institut Pertanian Bogor (IPB), kemudian melanjutkan studi magister (S2) Manajemen dan Bisnis di institusi yang sama. Latar belakang akademik tersebut menjadi fondasi konseptual dalam memahami isu ekonomi regional, tata kelola sumber daya, serta manajemen organisasi pemerintahan.
Karier politik Bobby Nasution dimulai secara formal ketika ia terpilih sebagai Wali Kota Medan periode 2021–2024. Selama menjabat, ia dikenal mengusung pendekatan birokrasi yang lebih terbuka, efisien, dan berbasis kinerja. Pengalaman memimpin ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini menjadi laboratorium kebijakan yang memperkuat kapasitas kepemimpinannya sebelum melangkah ke tingkat provinsi.
Pada Pilkada Sumatera Utara 2024, Bobby Nasution yang berpasangan dengan Surya berhasil meraih kemenangan signifikan dengan perolehan 64,5 persen suara sah. Kemenangan tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan publik yang tinggi terhadap visi pembangunan yang ditawarkannya, terutama dalam isu pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi daerah, serta reformasi pelayanan publik di wilayah Sumatera Utara.
Memasuki masa awal kepemimpinannya sebagai gubernur, Bobby mulai mengimplementasikan sejumlah kebijakan strategis. Per Januari 2026, ia menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Utara sebesar 7,9 persen sebagai upaya menjaga daya beli pekerja.
Selain itu, ia menggagas program berkantor di daerah-daerah guna memperkuat pendekatan kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat dan memahami langsung problematika lokal.
Di luar jalur pemerintahan, Bobby Nasution juga memiliki rekam jejak profesional di sektor bisnis dan organisasi. Ia memulai karier sebagai pengusaha di bidang properti dan kuliner, pernah menjabat sebagai Manajer klub sepak bola Medan Jaya, serta aktif sebagai Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Kombinasi pengalaman bisnis, organisasi, dan pemerintahan tersebut menjadikan Bobby Nasution sebagai figur pemimpin dengan pendekatan multidisipliner dalam mengelola pembangunan daerah.(PS/BERMAWI)
