POSKOTASUMATERA.COM–TAPSEL — Suasana kebersamaan dan kepedulian terasa kuat di Kantor Desa Tarapung Raya, Kecamatan Muara Batangtoru, Senin (19/1/2026). Sejak pagi, warga dari berbagai latar belakang berdatangan untuk mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MusrenbangDes) Tahun Perencanaan 2027, sebuah forum tahunan yang menjadi ruang bertemunya harapan masyarakat dengan kebijakan pembangunan desa.
MusrenbangDes kali ini bukan sekadar agenda formal. Kehadiran aparat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, pendamping desa dan kecamatan, hingga perwakilan Polsek setempat mencerminkan semangat gotong royong dalam merumuskan masa depan Desa Tarapung Raya. Setiap usulan yang disampaikan lahir dari pengalaman sehari-hari warga, mulai dari kebutuhan kesehatan hingga perbaikan lingkungan tempat tinggal.
Kepala Desa Tarapung Raya, Rahmad Efendi Pulungan, dalam sambutannya menekankan bahwa MusrenbangDes adalah wadah mendengar dan merangkum suara warga. Ia mengajak seluruh elemen desa untuk menjaga semangat kebersamaan agar program yang direncanakan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan desa harus dirasakan manfaatnya oleh warga, bukan hanya tercatat di atas kertas,” ujarnya.
Dari hasil musyawarah, perhatian besar diberikan pada sektor sosial dan kesehatan. Warga sepakat mengusulkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT), Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita sebesar Rp1.700.000 per bulan, PMT bagi ibu hamil, serta PMT lansia yang disertai pemeriksaan kesehatan seperti cek kolesterol, gula darah, dan asam urat. Program ini diharapkan mampu menjaga kesehatan masyarakat sejak dini hingga usia lanjut.
Peran para kader desa juga mendapat perhatian khusus. MusrenbangDes menyepakati dukungan berupa honorarium bagi petugas Keluarga Berencana (KB) dan kader posyandu. Bagi warga, para kader ini adalah sosok penting yang selalu hadir di tengah masyarakat, menjadi penghubung layanan kesehatan dan sosial di tingkat desa.
Tak hanya menyentuh aspek sosial, musyawarah juga merumuskan program pembangunan fisik yang berdampak langsung pada kenyamanan dan aktivitas warga. Sejumlah usulan disepakati, mulai dari rehabilitasi Kantor Desa, pembangunan paving block di rumah ibadah Lingkungan I dan II Masjid Raya, rabat beton di Lorong III, hingga pemerataan dan perbaikan jalan lingkungan.
Program lanjutan seperti penyambungan rabat beton sepanjang 300 meter, perbaikan jalan longsor di dua titik lorong, serta penyucian parit sepanjang satu kilometer juga menjadi prioritas. Warga berharap langkah ini dapat mengurangi risiko banjir dan longsor, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi.
Melalui MusrenbangDes ini, Desa Tarapung Raya menunjukkan bahwa pembangunan yang kuat berawal dari dialog dan kebersamaan. Kolaborasi antara warga dan pemerintah desa menjadi fondasi penting dalam mewujudkan desa yang lebih sehat, nyaman, dan berdaya, menuju tahun 2027 yang lebih baik. (PS/BERMAWI)
.jpg)