Konservasi Pesisir Berkelanjutan, Kades Muara Upu Jepri Simanjuntak Apresiasi Peran PT Agincourt Resources dalam Pelepasliaran Tukik

/ Rabu, 21 Januari 2026 / 20.55.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM — TAPSEL — Suasana Pantai Desa Muara Upu, Kecamatan Muara Batangtoru, Selasa (20/1/2026), tampak berbeda dari biasanya. Deru ombak berpadu dengan antusiasme warga yang menyaksikan momen penuh harapan: ratusan anak penyu atau tukik dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya. Kegiatan ini menjadi simbol nyata kepedulian terhadap kelestarian pesisir dan kehidupan laut yang kian terancam.

Pelepasliaran  Penyu (tukik)  tersebut merupakan bagian dari program konservasi penyu laut yang didukung oleh PT Agincourt Resources (AR), pengelola Tambang Emas Martabe. Program ini tidak hanya berfokus pada perlindungan satwa laut, tetapi juga mengedepankan keterlibatan masyarakat pesisir sebagai garda terdepan penjaga lingkungan.


Kepala Desa Muara Upu, Jepri Simanjuntak, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kontribusi PT Agincourt Resources yang secara konsisten mendukung upaya konservasi penyu di wilayahnya. Menurutnya, perhatian dan dukungan dunia usaha menjadi energi positif bagi desa dalam menjaga kekayaan alam yang diwariskan untuk generasi mendatang.


“Penyu bukan hanya satwa laut, tetapi bagian dari keseimbangan ekosistem yang harus kita jaga bersama. Kami berterima kasih kepada PT Agincourt Resources yang telah berjalan bersama masyarakat dalam upaya pelestarian ini,” ujar Jepri di sela kegiatan.


Ia menjelaskan bahwa tukik-tukik tersebut sebelumnya melalui proses penangkaran untuk melindungi telur dan anakan penyu dari ancaman predator, perubahan lingkungan, serta aktivitas manusia. Setelah cukup kuat, tukik dilepas kembali ke laut sebagai bentuk ikhtiar meningkatkan peluang hidup penyu di alam bebas.


Secara ekologis, penyu laut memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan ekosistem pesisir, mulai dari menjaga keseimbangan rantai makanan hingga mendukung kelestarian padang lamun dan terumbu karang. Hilangnya penyu dapat berdampak panjang bagi kehidupan laut dan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari laut.


Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, pelepasliaran tukik ini juga menjadi sarana edukasi lingkungan, terutama bagi anak-anak dan generasi muda Desa Muara Upu. Mereka diajak memahami bahwa menjaga alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama.

Melalui sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan PT Agincourt Resources, Desa Muara Upu berharap program konservasi penyu dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi desa-desa pesisir lainnya

" Kegiatan ini membuktikan bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan demi masa depan laut yang lestari.

(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: