POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL — Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya mengering dan trauma yang masih tersisa, secercah harapan hadir bagi anak-anak korban banjir di Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bersama Kodim 0212/Tapsel turun langsung membantu memulihkan semangat belajar siswa yang terdampak bencana, dengan menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah.
Langkah ini menjadi wujud nyata kepedulian Pemkab Tapsel di bawah kepemimpinan Bupati H. Gus Irawan Pasaribu dalam memastikan pendidikan anak-anak tidak terhenti akibat bencana alam. Bagi para siswa, bantuan tersebut bukan sekadar alat tulis dan perlengkapan sekolah, melainkan simbol perhatian dan harapan untuk kembali menatap masa depan.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dengan Kodim 0212/Tapsel yang dipimpin Letkol (Inf) Dedy Harnoto. Sinergi ini menunjukkan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan masa depan generasi muda.
Ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan menerima bantuan tersebut. Tercatat sebanyak 172 siswa SD Negeri No. 101305 Bandar Tarutung, 8 siswa SD Negeri No. 101303 Batu Godang, serta 69 siswa SMP Negeri 1 Angkola Sangkunur menjadi penerima manfaat. Total 249 siswa kini dapat kembali mengikuti kegiatan belajar dengan perlengkapan yang layak.
Di balik angka-angka tersebut, tersimpan kisah anak-anak yang sempat kehilangan buku, seragam, bahkan rasa percaya diri akibat banjir. Bantuan ini menjadi langkah awal untuk memulihkan rutinitas mereka, sekaligus menghindarkan risiko learning loss yang kerap terjadi pada anak-anak pascabencana.
Dalam kesempatan itu, perwakilan Pemkab Tapsel menyampaikan pesan penuh empati kepada para siswa agar tetap semangat menuntut ilmu. Pemerintah daerah menegaskan bahwa pendidikan adalah hak setiap anak yang harus tetap dijaga, bahkan dalam kondisi sulit sekalipun.
Pemkab Tapsel juga memastikan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat selama masa pemulihan. Pemenuhan kebutuhan pendidikan anak akan menjadi prioritas, sejalan dengan visi pembangunan manusia yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama ketahanan sosial.
Melalui kepedulian dan langkah konkret ini, Pemkab Tapsel berharap anak-anak korban banjir dapat kembali tersenyum, bangkit, dan melanjutkan mimpi mereka. Di tengah ujian alam, solidaritas dan perhatian menjadi kekuatan yang meneguhkan bahwa masa depan tetap bisa diperjuangkan bersama.
(PS/BERMAWI)


