Breaking News: Banjir Bandang Terjang Lawe Tua Gabungan, Jalur Nasional Kutacane–Medan Lumpuh Total

/ Minggu, 10 Mei 2026 / 00.31.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Banjir bandang menerjang wilayah Desa Lawe Tua Gabungan, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu malam (9/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Tingginya intensitas curah hujan sejak sore hari menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga membawa material berupa bebatuan, lumpur, serta kayu gelondongan yang menyumbat jembatan dan meluap ke permukiman warga.

Akibat kejadian tersebut, ruas jalan nasional penghubung Kutacane–Medan untuk sementara tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat karena tertutup material banjir.

Berdasarkan laporan sementara dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Aceh Tenggara yang diterima Minggu dini hari (10/5/2026) pukul 00.20 WIB, luapan air dan material banjir bandang tidak hanya menggenangi rumah warga, tetapi juga menghambat total arus lalu lintas di jalur utama tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd. Asbi, ST.MM, melalui Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Aceh Tenggara, Dodi Sukmariga Tajmal, M.Si., menyampaikan bahwa begitu menerima laporan dari masyarakat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI, serta Polri guna melakukan penanganan darurat.

“Tim langsung turun ke lokasi melakukan asesmen cepat dan penanganan awal. Saat ini satu unit alat berat excavator telah diturunkan untuk membersihkan material banjir yang menutupi badan jalan,” ujar Dodi kepada poskotasumatra.com, Minggu (10/05/2026). 

Hingga berita ini diturunkan, air dilaporkan belum surut dan akses jalan nasional Kutacane–Medan masih belum bisa dilalui. Sementara itu, data terkait jumlah korban terdampak, pengungsi, kerusakan rumah, fasilitas umum, serta total kerugian material masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

Adapun dampak sementara yang tercatat meliputi masuknya air dan lumpur ke rumah warga, terbawanya material kayu serta bebatuan ke permukiman, dan lumpuhnya jalur transportasi utama penghubung Aceh Tenggara dengan Medan.

BPBD Aceh Tenggara mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di kawasan rawan bantaran sungai, untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca masih berawan dengan kelembapan tinggi yang berpotensi memicu hujan susulan.

Pihak BPBD bersama unsur terkait saat ini terus melakukan monitoring, pendataan, dokumentasi, dan penanganan darurat di lokasi kejadian. Masyarakat diharapkan menghindari melintas di jalur terdampak hingga proses pembersihan material selesai dilakukan. (PS/ASP) 


Komentar Anda

Terkini: