Bupati Aceh Tenggara Gerak Cepat Tangani Banjir Bandang di Lawe Tua Persatuan

/ Minggu, 10 Mei 2026 / 03.32.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry bergerak cepat merespons musibah banjir bandang yang menerjang Desa Lawe Tua Persatuan, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Sabtu malam (9/5/2026).

Begitu menerima laporan dari lapangan, Bupati langsung menginstruksikan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara untuk segera turun melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.

Langkah cepat tersebut dilakukan guna memastikan keselamatan masyarakat serta mempercepat pemulihan akses transportasi yang sempat terganggu akibat material banjir yang menutupi badan jalan.

Banjir bandang yang terjadi akibat hujan deras dengan intensitas tinggi itu membawa material lumpur, bebatuan, serta kayu gelondongan yang menutup badan jalan dan menyumbat jembatan desa.

Akibatnya, arus lalu lintas pada jalur nasional Kutacane–Medan sempat mengalami gangguan dan tidak dapat dilalui kendaraan selama beberapa saat.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Aceh Tenggara langsung mengarahkan pihak Pemda untuk melakukan pembersihan material yang menumpuk di bahu jalan menggunakan alat berat.

“Begitu menerima informasi, saya langsung mengarahkan pihak Pemda untuk segera membersihkan material yang menumpuk di bahu jalan. Kita juga bersama unsur Forkopimda akan melakukan normalisasi kayu-kayu yang menyebabkan tersumbatnya jembatan di desa ini agar aliran air kembali lancar,” ujar Bupati, Minggu (10/05/2026). 

Ia menambahkan, proses penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan BPBD, Dinas PUPR, TNI-Polri, serta unsur terkait lainnya agar penanganan berjalan maksimal.

“Untuk sekarang ini, jalannya sudah bisa dilalui secara berangsur-angsur, meski proses pembersihan material masih terus dilakukan hingga kondisi benar-benar aman bagi pengguna jalan,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan serta menghindari titik-titik rawan banjir hingga proses normalisasi sungai dan pembersihan material selesai sepenuhnya. (PS/ASP) 

Komentar Anda

Terkini: