Bupati JTP Hutabarat Tegaskan Pendidikan Jadi Pilar Utama Wujudkan Generasi Emas Tapanuli Utara 2045

/ Kamis, 07 Mei 2026 / 14.24.00 WIB

 

POSKOTASUMATERA.COM-TAPUT ,-Komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam membangun sumber daya manusia berkualitas kembali ditegaskan oleh Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si (JTP), saat menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional dan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Strategi Mempersiapkan SDM Berkualitas Demi Menyongsong Generasi Emas Tapanuli Utara 2045” yang berlangsung di Aula Mini IAKN Tarutung, Rabu (06/05/2026).

‎Di hadapan mahasiswa, akademisi, organisasi kepemudaan, serta jajaran pemerintah daerah, Bupati JTP menegaskan bahwa pendidikan merupakan pondasi utama dalam menentukan arah kemajuan daerah di masa depan. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, dan mampu menjadi pelopor perubahan.

‎“Masa depan Tapanuli Utara tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi oleh kualitas manusianya. Karena itu, pendidikan menjadi investasi jangka panjang paling penting yang harus dijaga bersama,” ujar Bupati JTP.

‎Dalam suasana penuh semangat, Bupati JTP juga mengungkapkan kebanggaannya atas keberadaan IAKN Tarutung sebagai pusat lahirnya generasi intelektual baru di Tapanuli Utara. Ia menyebut mahasiswa sebagai agen perubahan yang memiliki peran strategis dalam membangun daerah melalui ide, inovasi, serta kepedulian sosial.

‎“Kami bangga dengan kehadiran adik-adik mahasiswa. Kalian adalah generasi yang akan menentukan wajah Tapanuli Utara ke depan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci utama percepatan pembangunan,” katanya.

‎Bupati JTP turut menyoroti kuatnya filosofi pendidikan dalam budaya Batak yang diwariskan turun-temurun melalui ungkapan “Anakkon hi do hamoraon di au” yang berarti anak adalah kekayaan paling berharga. Filosofi tersebut, menurutnya, menjadi energi besar yang mendorong masyarakat Batak memiliki semangat tinggi dalam dunia pendidikan.

‎“Bagi masyarakat Batak, pendidikan bukan sekadar formalitas, tetapi jalan untuk mengubah kehidupan. Semangat itulah yang harus terus dijaga dan diperkuat agar generasi muda Tapanuli Utara mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.

‎Dalam pemaparannya, Bupati JTP menjelaskan strategi besar pembangunan SDM Tapanuli Utara yang dibangun melalui tiga pilar utama. Pilar pertama adalah penguatan fondasi akademik melalui Program TAPAMAJUMA yang fokus meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik sejak dini. Menurutnya, kemampuan dasar tersebut menjadi pondasi penting dalam membentuk generasi unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

‎Pilar kedua adalah pembentukan karakter dan kepedulian lingkungan melalui Program SAITAPAIAS dan TABIR. Program ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, disiplin, bebas asap rokok, serta membangun budaya belajar yang positif di kalangan siswa.

‎Sementara pilar ketiga menitikberatkan pada tata kelola pendidikan dan kualitas kepemimpinan sekolah. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, kata Bupati JTP, terus mendorong peningkatan kapasitas kepala sekolah, guru, serta membuka akses bagi siswa-siswi berprestasi menuju sekolah unggulan nasional maupun internasional.

‎“Prestasi tidak boleh lahir secara kebetulan. Pemerintah harus hadir menciptakan sistem yang mampu melahirkan generasi unggul secara terencana, merata, dan berkelanjutan. Pendidikan bermutu adalah hak seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” tegasnya.

‎Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil yang membanggakan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 62 putra-putri terbaik Tapanuli Utara berhasil diterima di berbagai sekolah elit nasional seperti SMA Unggul Del, Taruna Nusantara, SMA Negeri 2 Balige (Soposurung), serta SMA Unggulan Matauli Pandan. Bahkan beberapa di antaranya berhasil memperoleh beasiswa pendidikan ke luar negeri, termasuk ke universitas di Texas, Amerika Serikat, dan Rusia.

‎Capaian tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Tapanuli Utara memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global apabila diberikan ruang, pembinaan, dan dukungan yang tepat.

‎Di akhir sambutannya, Bupati JTP mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, dunia usaha, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga mahasiswa untuk bersama-sama mengawal pembangunan pendidikan di Tapanuli Utara.

‎“Membangun SDM unggul bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Jika pendidikan kita kuat, maka Tapanuli Utara akan mampu menjadi daerah yang mandiri, maju, dan sejahtera menuju Generasi Emas 2045,” pungkas Bupati JTP.(PS/EN)

Komentar Anda

Terkini: