Hardiknas 2026 di Aceh Tenggara Berlangsung Khidmat, Pejabat Kompak Kenakan Busana Adat Alas

/ Selasa, 05 Mei 2026 / 14.41.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 dengan suasana yang berbeda dan sarat makna budaya, Selasa (05/05/2026), di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Aceh Tenggara.

Peringatan Hardiknas tahun ini terasa istimewa lantaran para pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), hingga puluhan kepala sekolah kompak mengenakan pakaian adat khas Suku Alas, sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal di Bumi Sepakat Segenap.

Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, upacara berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Aceh Tenggara, Yusrizal, ST., M.Si, yang bertindak selaku pembina upacara mewakili Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry.

Pantauan Poskotasumatra.com, Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, para kepala OPD di lingkungan Pemkab Aceh Tenggara, kepala sekolah, tenaga pendidik, serta aparatur sipil negara sebagai peserta upacara.

Dalam kesempatan itu, Sekda Yusrizal membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) yang menegaskan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum refleksi untuk meneguhkan kembali semangat pendidikan nasional.

Disebutkan, hakikat pendidikan adalah proses memanusiakan manusia yang dilaksanakan dengan ketulusan, kasih sayang, dan komitmen untuk menumbuhkembangkan seluruh potensi peserta didik.

“Pendidikan merupakan proses membentuk insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis, serta berkepribadian,” ujar Yusrizal saat membacakan pidato Mendikdasmen.

Ia juga menegaskan bahwa visi pendidikan nasional sejalan dengan arah pembangunan sumber daya manusia sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun SDM Indonesia yang unggul, tangguh, dan berdaya saing menuju Indonesia maju, makmur, dan bermartabat.

Dalam pidato tersebut disampaikan pula bahwa selama 18 bulan terakhir, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah meletakkan fondasi pendidikan bermutu melalui berbagai regulasi dan penguatan ekosistem pendidikan yang melibatkan empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.

Meski demikian, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, serta berbagai lembaga mitra.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026. Mari kita perkuat kolaborasi untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” tutup Yusrizal.

Usai pelaksanaan upacara, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara turut menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada sejumlah guru dan aparatur sipil negara yang telah memasuki masa purna tugas sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam dunia pendidikan dan pelayanan publik.

Momentum Hardiknas 2026 di Aceh Tenggara tidak hanya menjadi ajang refleksi terhadap kemajuan pendidikan, tetapi juga menjadi simbol kuatnya sinergi antara pelestarian budaya lokal dan semangat membangun generasi masa depan. (PS/ASP) 


Komentar Anda

Terkini: