Harlah ke-3 IPARI Aceh Selatan, Perkuat Dakwah Ekoteologi melalui Gerakan Peduli Lingkungan

/ Senin, 25 Mei 2026 / 17.17.00 WIB
Harlah ke 3 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia IPARI Aceh Selatan. FOTO | DAHLAN AMRY 

POSKOTASUMATERA.COM | ACEH SELATAN --Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-3 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) yang digelar oleh Pengurus Daerah (PD) IPARI Aceh Selatan pada Senin, 25 Mei 2026 berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. 

Mengusung tema “Pilah Sampah untuk Pelestarian Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi” dengan slogan “IPARI Merawat Indonesia” melalui gerakan spiritual, literasi, dan ekoteologi, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran penyuluh agama sebagai penggerak kepedulian sosial dan pelestarian lingkungan di tengah masyarakat.

Peringatan Harlah IPARI ke-3 dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah di Aceh Selatan sebagai bentuk pemerataan gerakan peduli lingkungan sekaligus penguatan dakwah berbasis ekoteologi. Adapun titik pelaksanaan kegiatan meliputi wilayah Labuhan Haji Raya, Meukek dan Sawang, Tapaktuan dan Samadua, Kluet Raya bersama Pasie Raja, serta Trumon Raya dan Bakongan.

Pelaksanaan kegiatan di berbagai wilayah tersebut mencerminkan soliditas dan sinergi para penyuluh agama dalam menggerakkan aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan hidup secara bersama-sama. Melalui momentum ini, para penyuluh agama tidak hanya menjalankan fungsi dakwah keagamaan, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan sosial yang membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga bumi.

Salah satu pusat kegiatan berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tapaktuan yang diikuti oleh penyuluh agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tapaktuan dan Samadua. 

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme, semangat gotong royong, serta nuansa kekeluargaan yang hangat. Para peserta tidak hanya mengikuti edukasi mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi peduli lingkungan sebagai implementasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua PD IPARI Aceh Selatan, Kaifal Muddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi penyuluh agama dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta pengelolaan sampah yang baik dan bernilai ekonomis.

 “Kegiatan ini bukan sekadar seremonial Harlah, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk mengedukasi masyarakat bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab bersama sebagai khalifah di muka bumi,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Kementerian Agama Aceh Selatan yang diwakili oleh Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Aljabar Fauzi, serta dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Aceh Selatan melalui kehadiran kepala bidang terkait.

Dalam sambutannya, disampaikan bahwa penyuluh agama memiliki posisi strategis tidak hanya dalam menyampaikan dakwah keagamaan, tetapi juga dalam membangun kesadaran sosial, memperkuat budaya literasi, serta meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Pendekatan dakwah berbasis ekoteologi dinilai sangat relevan di tengah meningkatnya persoalan sampah dan pencemaran lingkungan. Melalui pendekatan bahasa agama yang dekat dengan masyarakat, penyuluh agama diharapkan mampu mengajak masyarakat menerapkan pola hidup bersih, disiplin membuang sampah pada tempatnya, serta membangun budaya peduli lingkungan mulai dari keluarga, masjid, sekolah, hingga lingkungan gampong.

Selain edukasi lingkungan, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai nilai ekonomi dari pengelolaan sampah. Pemilahan sampah organik dan nonorganik dinilai menjadi langkah sederhana namun strategis dalam menciptakan lingkungan sehat sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui usaha kreatif berbasis daur ulang. Semangat inilah yang menjadi bagian dari visi besar gerakan “IPARI Merawat Indonesia”.

Seluruh rangkaian kegiatan dikoordinasikan langsung oleh jajaran pengurus PD IPARI Aceh Selatan, mulai dari ketua, sekretaris, hingga bendahara organisasi. Berkat koordinasi yang baik, kegiatan berlangsung lancar di seluruh titik pelaksanaan dan mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar.

Di sela-sela kegiatan, suasana keakraban turut mewarnai jalannya acara. Salah seorang penyuluh agama dengan nada bercanda menyampaikan, “Hari ini bukan cuma ceramah yang disampaikan, tapi juga aksi nyata memungut sampah sampai keringat ikut berdakwah.” Candaan tersebut mencerminkan semangat peserta bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui lisan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat.

Momentum Harlah IPARI ke-3 ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun kesadaran spiritual masyarakat terhadap pentingnya menjaga bumi sebagai amanah dari Allah Swt. Semangat “IPARI Merawat Indonesia” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan tahunan, melainkan tumbuh menjadi gerakan nyata yang memperkuat spiritualitas, kepedulian sosial, serta budaya hidup bersih di tengah masyarakat Aceh Selatan.

Komentar Anda

Terkini: