POSKOTASUMATERA.COM.KARO-Tokoh pemuda Dan pemerhati pendidikan serta kaum ibu di Tanah Karo menduga mafia Ikan ikan dan Free game di Bekingi Kanit Reskrim Polsek Mardingding Ipda Marthan Sitepu dan disinyalir Bersekongkol dengan Kapolsek Mardingding AKP Angiat Nainggolan untuk menghancurkan moral dan ekonomi masyarakat Karo kecamatan Mardingding, Kecamatan Lau Baleng ( Karo Berneh ) melalui judi Tembak ikan-ikan dan Free game di Wilayah Hukum Polres Karo.
Pasalnya meski mendapatkan sorotan dan penolakan dari berbagai pihak judi ikan ikan dan Free game tetap semakin marak di Wilkum Polsek Mardingding.
Sesuai informasi dari masyarakat pada Senin (06/05/2026) lokasi perjudian tersebut berada di Kede kopi Rial, tepatnya di depan SD Negeri Mardinding,
Kede kopi Hamid, dan lainya berada di Desa Mardingding ( Mardinding kuta) kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo.
Dari berbagai sumber adapun pengusaha ikan ikan di Wilkum Polsek Mardingding yaitu ada 3 ( tiga) orang dengan inisiatil J. Ginting, S. Tarigan dan S. Ginting
Meski keberadaan ikan ikan tersebut berada di sekitaran lokasi ibadah dan Sekolah namun para pengusaha tidak takut, ada dugaan para mafia Judi kebal hukum, disinyalir memberikan upeti kepada jajaran Polsek Mardingding.
Warga Karo Berneh Berinisial J.S.( 51), warga kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo menduga bahwa Pihak kepolisian setempat sengaja membiarkan bentuk perjudian tersebut agar masyarakat tanah Karo menjadi melarat dan warga akan menjadi miskin.
" lokasinya berada di sekitar sekolah
mungkin juga anak anak juga akan rusak akibat kegiatan judi tersebut" ujar JS.
Kaum Ibu inisial A. Beru Ginting (27) warga Kecamatan Lau Baleng kabupaten Karo Mengungkapkan bahwa Perjudian di wilayah Karo Berneh sudah seperti dilegalkan aparat penegak hukum karena Judi sangat mudah di temukan di pinggiran jalan besar, Sekitar Masjid Maupun lokasi sekolah hingga ke pelosok desa di karo berneh.
"Judi ikan ikan tersebut tersebut di mulai sekitar sore hari hingga tengah malam bahkan sampai pagi tanpa adanya tindakan kepolisian, polisi sering lewat saja" ujar Beru A.Beru Ginting.
Warga heran dan berharap agar Kapoldasu Irjen pol Wisnu Hermawan Februanto SH segera menutup lokasi perjudian tersebut.
Humas Polda Sumut Kombes pol Ferry Walintukan SH yang Di konfirmasi pada Selasa (06/05/2026) tidak memberikan jawaban (PS/TIM)
