Kepsek SMA Bantah Tuduhan Perselingkuhan, Siap Tempuh Jalur Hukum

/ Selasa, 12 Mei 2026 / 14.07.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM-TAPUT,-Salah Kepala Sekolah SMA Swasta, inisial "AS" membantah keras tuduhan perselingkuhan yang menyeret namanya dan beredar di salah satu media. Bantahan tersebut disampaikannya langsung kepada sejumlah awak media di Kantor SMA, Selasa (12/05/2026).

Dalam keterangannya menegaskan bahwa informasi yang beredar, termasuk dugaan video yang dikaitkan dengan dirinya, tidak benar dan telah mencemarkan nama baik dirinya, keluarga, serta institusi pendidikan yang dipimpinnya.

“Saya tegaskan, tidak ada perselingkuhan seperti yang diberitakan. Informasi itu tidak benar dan sangat merugikan saya secara pribadi maupun jabatan saya sebagai kepala sekolah,” ujarnya .

Ia menjelaskan, kejadian yang kemudian dipersepsikan keliru tersebut murni karena kondisi kesehatannya yang masih belum pulih sepenuhnya pasca mengalami gejala stroke. Menurutnya, aktivitas sehari-hari, termasuk berjalan dan menaiki tangga, masih cukup sulit dilakukan sehingga membutuhkan bantuan dari orang lain.

“Peristiwa itu murni bentuk kepedulian dan kemanusiaan. Saya memang masih kurang sehat sejak mengalami gejala stroke. Untuk berjalan maupun naik tangga saya masih kesulitan, sehingga perlu dibantu,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, situasi tersebut kemudian dipelintir dan diarahkan seolah-olah terjadi hubungan pribadi yang tidak pantas. Ia sangat menyayangkan pemberitaan yang dinilainya tidak berimbang dan tidak terlebih dahulu melakukan klarifikasi secara menyeluruh.

Akibat tudingan tersebut, AS mengaku merasa dirugikan dan dipermalukan di tengah masyarakat. Karena itu, dirinya bersama kuasa hukum berencana mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap telah menyebarkan informasi tidak benar.

“Saya tidak terima dihina seperti ini. Dalam waktu dekat saya bersama kuasa hukum akan menempuh jalur hukum agar persoalan ini menjadi terang dan tidak berkembang menjadi fitnah,” tegasnya.

Ia juga berharap masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tentu kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial maupun media tertentu tanpa konfirmasi langsung kepada pihak terkait. (PS/EN)

Komentar Anda

Terkini: