Lapas Tanjung Balai Asahan Perkuat Pembinaan Spiritual WBP, Teguhkan Iman untuk Masa Depan Lebih Baik

/ Selasa, 05 Mei 2026 / 14.02.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM | Tanjung Balai Asahan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung Balai Asahan terus menegaskan komitmennya dalam membina Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) secara menyeluruh, tidak hanya melalui kedisiplinan dan pembinaan administratif, tetapi juga lewat penguatan spiritual dan keagamaan, Selasa (05/05/2026). 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pengajian Rutin Bulanan yang digelar bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tanjungbalai. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keimanan, membentuk karakter, serta membangun kesadaran diri warga binaan untuk menata kehidupan ke arah yang lebih baik.

Dalam tausiyahnya, Ketua MUI Kota Tanjungbalai, Ardiansyah Lubis, S.Pd.I, menegaskan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri.

“Setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah. Di tempat ini, bukan sekadar menjalani masa pembinaan, tetapi menjadi momentum untuk memperbaiki diri, mendekatkan hati kepada Allah, serta menata kembali kehidupan dengan iman yang lebih kuat,” ujarnya di hadapan warga binaan.

Ia menambahkan, pembinaan keagamaan menjadi fondasi utama dalam membentuk pribadi yang berakhlak dan siap kembali ke tengah masyarakat sebagai individu yang lebih baik.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Tanjung Balai Asahan, Refin Tua Simanullang, S.H., M.H, menegaskan bahwa pembinaan di dalam lapas harus menyentuh seluruh aspek kehidupan warga binaan.

“Pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga menyentuh sisi spiritual. Kami ingin memastikan setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri secara utuh, baik secara mental, moral, maupun keagamaan,” tegasnya.

Menurutnya, sinergi dengan MUI Kota Tanjungbalai merupakan langkah strategis dalam menghadirkan pembinaan yang berkualitas, terarah, dan berkelanjutan.

Ia menekankan, tujuan utama pemasyarakatan bukan sekadar menjalani masa pidana, melainkan menyiapkan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan perubahan positif.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Melalui pembinaan spiritual yang konsisten, Lapas Kelas IIB Tanjung Balai Asahan berharap mampu mencetak pribadi-pribadi yang lebih kuat dalam iman, matang dalam sikap, serta siap menatap masa depan yang lebih baik. (PS/ASP) 


Komentar Anda

Terkini: