Lapas Tanjung Balai Asahan Perkuat Legalitas UMKM WBP, Dinas Perizinan Turun Langsung Lakukan Verifikasi

/ Selasa, 05 Mei 2026 / 15.55.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM | Tanjung Balai Asahan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung Balai Asahan terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pengembangan usaha produktif yang legal, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan verifikasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) oleh Dinas Perizinan Kota Tanjung Balai yang dilaksanakan pada Selasa (05/05/2026).

Kunjungan tim Dinas Perizinan yang dipimpin Sekretaris Dinas, Windi Oktaria, beserta jajaran disambut langsung oleh jajaran Lapas, yakni Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) bersama Kepala Sub Seksi Giatja.

Kegiatan diawali dengan pertemuan dan dialog konstruktif yang membahas penguatan pembinaan kemandirian WBP melalui pengembangan sektor usaha produktif di dalam lapas.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah strategi pengembangan UMKM, termasuk pentingnya legalitas usaha sebagai fondasi utama dalam menciptakan usaha binaan yang profesional dan memiliki prospek jangka panjang.

Usai pertemuan, tim Dinas Perizinan melakukan peninjauan langsung ke area bimbingan kemandirian untuk melihat berbagai aktivitas usaha yang dijalankan warga binaan.

Salah satu unit usaha yang menjadi perhatian adalah produksi tempe hasil karya warga binaan yang dinilai memiliki nilai ekonomis tinggi serta peluang pengembangan yang cukup menjanjikan apabila didukung legalitas dan pendampingan yang tepat.

Dari hasil verifikasi, Dinas Perizinan memberikan sejumlah masukan strategis terkait proses pendaftaran izin usaha secara resmi.

Langkah tersebut dinilai penting guna meningkatkan daya saing produk, memperluas peluang pemasaran, serta membuka akses terhadap pengembangan usaha yang lebih besar di masa mendatang.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara Lapas Kelas IIB Tanjung Balai Asahan dan Pemerintah Kota Tanjung Balai dalam membangun sistem pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga pemberdayaan ekonomi warga binaan secara konkret.

Melalui program ini, warga binaan diharapkan memiliki bekal keterampilan dan pengalaman usaha yang dapat menjadi modal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan kondusif.

Lapas Kelas IIB Tanjung Balai Asahan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang produktif, inovatif, serta mampu menciptakan warga binaan yang mandiri dan siap berkontribusi positif setelah menyelesaikan masa pidananya. (PS/ASP) 


Komentar Anda

Terkini: