Nuansa Adat Warnai Hardiknas SMKN 1 Batangtoru, Wujud Pendidikan Berbasis Karakter dan Kearifan Lokal

/ Sabtu, 02 Mei 2026 / 10.14.00 WIB

Pembina Upacara Kepala Sekolah Hamonangan Harahap MA

POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL-Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dilaksanakan pada Sabtu, 2 Mei 2026 di halaman SMKN 1 Batangtoru berlangsung dengan pendekatan yang berbeda dan bernilai edukatif tinggi. Seluruh peserta upacara—mulai dari kepala sekolah, guru, hingga siswa—mengenakan busana adat khas Tapanuli Selatan. Praktik ini tidak sekadar bersifat simbolik, melainkan merepresentasikan integrasi nilai-nilai kearifan lokal ke dalam sistem pendidikan yang kontekstual dan berbasis karakter.


Kepala SMKN 1 Batangtoru, Hamonangan Harahap, MA, tampil mengenakan pakaian adat yang mencerminkan otoritas sekaligus keteladanan sebagai pemimpin pendidikan. Kehadiran para guru dalam balutan busana tradisional turut memperkuat dimensi kultural dalam kegiatan tersebut. Hal ini menunjukkan komitmen institusi dalam menginternalisasi nilai budaya lokal sebagai bagian dari pembelajaran holistik yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan sosial.


Upacara dimulai dengan prosesi pengibaran Bendera Merah Putih oleh pasukan paskibra sekolah yang berlangsung tertib dan penuh disiplin. Lantunan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang dinyanyikan secara serempak menciptakan suasana nasionalisme yang kuat. Momentum ini menjadi instrumen pedagogis dalam menanamkan nilai kebangsaan serta memperkuat identitas kolektif peserta didik sebagai bagian dari bangsa Indonesia.


Dalam amanatnya, kepala sekolah membacakan pidato resmi Menteri Pendidikan Republik Indonesia yang menekankan pentingnya transformasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Fokus utama pidato tersebut adalah penguatan pendidikan karakter, peningkatan kompetensi abad ke-21, serta pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global, tanpa meninggalkan akar budaya bangsa.


Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan naskah Undang-Undang Dasar 1945 oleh siswi Fithri yang disampaikan dengan penuh penghayatan. Selanjutnya, pembacaan Pancasila oleh pembina upacara yang diikuti seluruh peserta menjadi momen reflektif dalam meneguhkan nilai-nilai ideologis sebagai fondasi dalam proses pendidikan. Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana pendidikan formal dapat menjadi medium efektif dalam internalisasi nilai dasar negara.


Ikrar pelajar yang dipimpin oleh Aulia Safitri Nasution menjadi bagian penting dalam penguatan karakter siswa. Dengan penuh semangat, para peserta mengikuti ikrar yang mencerminkan komitmen terhadap disiplin, integritas, dan tanggung jawab. Komandan upacara juga menunjukkan profesionalisme tinggi dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai tata upacara yang telah ditetapkan.


Upacara diakhiri dengan laporan komandan upacara Yahde Mendrofa kepada pembina upacara, serta pembacaan doa oleh Riski yang menambah kekhidmatan suasana. Secara keseluruhan, peringatan Hardiknas di SMKN 1 Batangtoru tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga berfungsi sebagai wahana edukatif yang mengintegrasikan nilai budaya, nasionalisme, dan pembentukan karakter secara simultan. Kegiatan ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional dalam membentuk generasi yang berintegritas, adaptif, dan berakar pada nilai-nilai luhur bangsa. (PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: