Sambut Idul Adha, BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo Gelar Tausiah Keagamaan Perkuat Nilai Spiritual dan Kepedulian Sosial

/ Senin, 25 Mei 2026 / 18.58.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-GORONTALO — Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo menggelar kegiatan tausiah keagamaan sebagai upaya memperkuat nilai spiritual, etika kerja, serta kepedulian sosial di lingkungan kerja, Senin (25/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Ustad Ad Mahmudi Irja, dosen Universitas Muhammadiyah Gorontalo, yang memberikan siraman rohani kepada seluruh pegawai dan jajaran manajemen.


Dalam tausiahnya, Ustad Ad Mahmudi Irja menekankan pentingnya menjaga kualitas keimanan di tengah dinamika kehidupan modern yang cenderung mengedepankan aspek material dan kuantitas semata. Menurutnya, paradigma kehidupan yang hanya berorientasi pada pencapaian materi berpotensi mengabaikan keberkahan dan nilai kemanfaatan dalam setiap aktivitas manusia, termasuk dalam dunia pekerjaan.


Ia menjelaskan bahwa konsep rezeki dalam Islam tidak hanya diukur dari besarnya penghasilan, melainkan juga mencakup kesehatan, keharmonisan keluarga, ketenteraman hidup, serta kebermanfaatan bagi sesama. Oleh karena itu, setiap individu diharapkan mampu menempatkan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah dan sarana memberikan manfaat sosial yang luas bagi masyarakat.


“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Rezeki bukan hanya soal uang, tetapi juga kesehatan, keluarga yang rukun, anak yang saleh dan salehah, serta kehidupan yang penuh keberkahan,” ujar Ustad Ad Mahmudi Irja di hadapan para peserta tausiah.



Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya mensyukuri setiap nikmat yang diberikan Allah SWT dengan meningkatkan kualitas ibadah dan integritas dalam bekerja. Seluruh aktivitas kehidupan, menurutnya, dapat bernilai ibadah apabila dilandasi niat yang tulus karena Allah SWT. Nilai tersebut dinilai sangat relevan bagi insan BPJS Ketenagakerjaan yang memiliki tugas memberikan perlindungan sosial kepada para pekerja Indonesia.


Dalam perspektif sosial dan kemanusiaan, profesi sebagai pegawai BPJS Ketenagakerjaan disebutnya sebagai pekerjaan mulia karena berkaitan langsung dengan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya pekerja yang mengalami risiko kecelakaan kerja, memasuki masa pensiun, maupun meninggal dunia. Oleh sebab itu, amanah pekerjaan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan keikhlasan.


Ia juga menekankan bahwa semangat Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai simbol ketakwaan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Menurutnya, nilai utama dalam ibadah kurban terletak pada keikhlasan hati dalam berbagi serta kepatuhan menjalankan perintah Allah SWT demi kemaslahatan bersama.


Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo, Sanco Simanullang, menyampaikan bahwa momentum Idul Adha menjadi pengingat penting bagi seluruh pegawai untuk terus mempererat kebersamaan dan meningkatkan empati sosial di lingkungan kerja maupun masyarakat. Ia berharap nilai-nilai pengorbanan dan solidaritas dapat tercermin dalam pelayanan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan.


“ Mari kita jadikan perayaan Idul Adha ini sebagai momentum mempererat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh pekerja Indonesia,” ungkap Sanco.


Kegiatan tausiah tersebut berlangsung penuh khidmat dan menjadi bagian dari pembinaan mental spiritual pegawai dalam membangun budaya kerja yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berintegritas. (PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: