Sinergi Pemkab Tapanuli Utara Dan DPR RI Perkuat Digitalisasi Pendidikan, Guru Didorong Adaptif Dan Kritis

/ Selasa, 05 Mei 2026 / 09.26.00 WIB

 

POSKOTASUMATERA.COM-TAPUT,-Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus memperkuat kualitas pendidikan melalui kolaborasi strategis dengan pemerintah pusat. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan workshop bertajuk “Implementasi Digitalisasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Proses Belajar Mengajar” yang digelar di Abe Hotel, Senin (04/05/2026).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara, , yang menegaskan bahwa transformasi digital di sektor pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak di tengah perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, Wabup menyoroti pentingnya peran guru sebagai ujung tombak pendidikan untuk mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Menurutnya, digitalisasi harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan mutu pembelajaran, bukan sekadar menjadi media hiburan.

“Teknologi saat ini sudah dalam kendali kita. Tantangannya adalah bagaimana kita memanfaatkannya secara optimal untuk dunia pendidikan. Guru harus lebih maju dari siswa dalam literasi digital, sekaligus mampu menanamkan nilai kritis agar tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa penguatan karakter tetap menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan, meskipun teknologi terus berkembang pesat. Kombinasi antara kecakapan digital dan nilai moral dinilai menjadi kunci dalam mencetak generasi unggul.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi X DPR RI, , menyampaikan komitmennya dalam memperjuangkan kebijakan pendidikan yang lebih berpihak kepada tenaga pendidik. Ia menegaskan bahwa DPR RI terus mengawal berbagai regulasi strategis, termasuk revisi .

Menurutnya, terdapat tiga fokus utama dalam upaya perbaikan sistem pendidikan nasional, yakni peningkatan kesejahteraan guru, kepastian status tenaga pendidik, serta perlindungan profesi guru dalam menjalankan tugasnya.

“Kualitas Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas guru hari ini. Karena itu, kami memastikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen benar-benar menyentuh kebutuhan guru dan siswa, termasuk peningkatan kuota bagi pelajar di daerah,” ungkapnya.

Workshop ini diikuti oleh para guru tingkat SMP dan SMA/SMK se-Tapanuli Utara, yang tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Materi yang disampaikan mencakup pemanfaatan platform digital dalam pembelajaran, strategi pengajaran interaktif, serta penguatan literasi digital di lingkungan sekolah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Direktorat SMA Kemendikbudristek, Purwadi Sutanto, Anggota DPRD Tapanuli Utara Terry Siregar, serta jajaran pejabat Pemkab Taput, mulai dari staf ahli, asisten, hingga pimpinan organisasi perangkat daerah terkait.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dapat semakin mempercepat peningkatan mutu pendidikan di Tapanuli Utara. Digitalisasi pembelajaran bukan hanya menjadi tren, tetapi langkah konkret dalam menyiapkan generasi yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (PS/EN)

Komentar Anda

Terkini: