![]() |
| RSU ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH |
POSKOTASUMATERA.COM | BANDA ACEH— Kondisi keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh menjadi sorotan serius Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Rumah sakit rujukan utama di Aceh itu disebut terlilit utang hingga mencapai Rp392 miliar.
Anggota DPRA, Munawar, mengingatkan bahwa persoalan tersebut dapat berdampak langsung terhadap pelayanan kesehatan masyarakat apabila tidak segera ditangani oleh Pemerintah Aceh.
“Kalau kondisi ini tidak segera ditangani, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat. Pelayanan kesehatan terancam, bahkan bisa memengaruhi keselamatan pasien,” kata Munawar dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).
Persoalan tersebut mencuat dalam rapat kerja Tim Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRA bersama Direktur RSUDZA di Ruang Serbaguna DPRA beberapa waktu lalu. Dalam rapat itu, kondisi finansial RSUDZA dinilai sedang berada dalam situasi yang tidak sehat.
Munawar menegaskan, Pemerintah Aceh perlu mengambil langkah cepat dan konkret guna menyelamatkan rumah sakit plat merah tersebut. Menurutnya, RSUDZA memiliki peran vital sebagai pusat rujukan kesehatan bagi masyarakat dari seluruh kabupaten/kota di Aceh.
Ia juga mendesak dilakukan audit menyeluruh, baik internal maupun eksternal, untuk mengungkap akar persoalan yang menyebabkan utang rumah sakit terus menumpuk.
“Kami melihat perlu ada audit mendesak. Harus diketahui secara terbuka di mana letak persoalannya. Kami meyakini ada kesalahan manajerial sehingga akumulasi persoalan itu berujung pada utang yang sangat besar,” ujarnya.
Selain itu, Munawar mengungkapkan bahwa persoalan arus kas paling serius terjadi pada sektor pengadaan obat-obatan dan bahan habis pakai medis. Kondisi tersebut dinilai sangat mengkhawatirkan karena berpotensi mengganggu ketersediaan stok obat di rumah sakit terbesar di Aceh tersebut.
“Cash flow terjadi di sektor obat-obatan dan bahan habis pakai medis. Ini sangat berbahaya jika sampai terjadi kekosongan obat di RSUDZA. Rumah sakit ini menjadi tempat rujukan masyarakat dari seluruh Aceh,” tegasnya.
DPRA berharap Pemerintah Aceh segera mengambil langkah penyelamatan agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan optimal dan tidak terganggu akibat krisis keuangan yang sedang melanda RSUDZA. (PS| IMAM)
